udah banyak yang memperdebatkan praktek poligami di negara kita, pro dan kontra. masing – masing dengan penjelasan panjang lebar. udah basi! aku hanya tertarik (lagi) masalah ini gara – gara baca berita siang ini. dan tulisan ku ini hanyalah ungkapan hati yang terbuka untuk dikoreksi, meski apa peduliku padamu.
aku berkeyakinan, perkawinan di tengah perkawinan, tetaplah berdasarkan NAFSU bukan CINTA. sebab cinta bagiku tidak pernah bisa dibagi. sekali engkau memberikannya kepada orang, mana bisa kita ambil lagi?
apabila engkau telah mencintai wanita yang satu itu, bagimana mungkin engkau mencintai wanita yang lain?
poligami jelas produk laki- laki. perempuan hanyalah obyek penderita. dan penderitaan mereka ini tidaklah dianggap penting untuk masuk dalam semesta pembicaraan kaum pandai tentang bagaimana cara mereka mengumbar nafsu dengan benar.
kalo toh pelakunya berdalih dibolehkan oleh agama, kawinilah janda – janda setengah tua, yang tidak berdaya mendidik dan memberikan kelayakan bagi sejumlah anaknya. dengan begitu jelas bagimu mana cinta dan mana nafsu.


I couldn’t agree more with U………
mudahnya orang mencari pembenaran dengan dalih agama…
agama memang tameng yg paling top …
yang paling keren itu,, sadar dan mengakui kalo poligami itu dibolehkan,, tapi memilih untuk monogami,,
*langsung ngedata*
kalo ada yang kaya gini,, kabarin Ma ya,,
>>asbindro: ma sendiri setuju nggak poligami?
Eh, iya poligami itu memang dibolehin dengan syarat.
Tapi nggak mesti setuju kan?
Dan jika tidak setuju apa lantas berdosa?
Terlepas dari dalil-dalil (yang pun masih diperdebatkan), poligami jelas merendahkan wanita… Dan sang pria
Hati kecil saya menolak poligami. Tapi kalau ada yang mau poligami, ya, mau atas nama Tuhan, nabi, ustat, atau setan juga, ya silakan
Saya juga kurang setuju dengan yang namanya Poligami
sangat-sangat merugikan wanita.
Meskipun dengan dalih di perbolehkan Agama “whatever..lah”
ataupun dengan dalih ( daripada jajan ? Atau berzina mending kawin lagi ?!) Bull Shit … Artinya sama aja dengan
cinta “nafsu”
Poligami hanya membawa kesengsaraan, sudah banyak contoh di sekeliling saya yang berpoligami, banyak penderitaan dari pada kesenangan. Sang suami lebih mencintai istri muda/keluarga barunya daripada keluarga sebelumnya…
Kalaupun ustad berpoligami, mungkin saja memang dia bisa adil dengan istri-istrinya, tetapi kita-kita yang orang awam…. ??? Siapa yang tahu…………
ati ati mas, orang yang suka baca selewat aja bakal mikir kalo yang kritik kaya gini ituh ga setuju sama ayat poligaminya,,
Padahal yang dikritik itu kan orangnya, alasannya, dan lain lain,,
aneh ya,,
dunia,, duniaa,,