sepeda mtb, rakit atau beli jadi?
Nopember 12, 2007 oleh asbindro
pilih rakit sepeda atau beli jadi? ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh para pemula, seperti saya dulu, kepada senior per-mtb-an. dan untuk menjawabnya memang tidak semudah dan sesingkat pertanyaannya. tulisan ini semoga dapat memberikan secuil informasi tambahan kepada para penikmat baru sepeda mtb.
yang pertama, tanyakan pada diri anda sendiri, sungguhkan anda ingin memiliki sepeda mtb? seberapa tinggi kadar “keracunan” mtb di dalam diri anda? apakah anda hanya ingin mengikuti life style saat ini? ataukah anda secara sadar ingin bersepeda?
pengenalan motivasi seperti terwujud di dalam pertanyaan - pertanyaan di atas layak ditanyakan agar anda siap secara mental dan spiritual, sadar bahwa memulai hobi bersepeda itu bisa menewaskan kantong anda. dan tahu bagaimana cara mengatasi kecanduan akan mainan baru ini. terlihat bahwa ini mengada - ada. namun aku rasa hampir semua penggila sepeda, bagi yang telah menikah, akan mengalami gesekan dengan menteri keuangan keluarga. percayalah!
bagi yang ingin bersepeda untuk sekedar mengikuti trend, tidak mau ribet berurusan dengan segala hal yang berkaitan dengan parts sepeda, segeralah meluncur toko sepeda, dan belilah satu sepeda yang cocok dengan selera serta kantong anda. segera setelah itu cobalah untuk genjot aka goes keliling komplek perumahan anda setiap ada kesempatan. rasakan setiap kayuhan anda. seminggu dua minggu, sebulan dua bulan. kalau terasa semakin nikmat, bersiaplah merogoh kantong untuk melakukan upgrade sepeda! dijamin.
sebelum memutuskan merakit sepeda, siapapun dan apapun latar belakang pendidikan serta pekerjaan anda, sangat aku rekomendasikan untuk berburu informasi terlebih dahulu tentang sepeda mtb. banyak situs web dalam dan luar negeri yang menyediakan informasi mtb secara gratis. gunakan search engine favorit anda. semakin banyak informasi yang bisa anda dapatkan semakin baik. namun jangan sungkan pula untuk melakukan cross check dengan komunitas mtb yang anda kenal.
kombinasikan informasi yang telah anda kantongi dengan praktik di lapangan. banyak para senior mtb yang dengan senang hati akan meracuni menularkan informasi serta pengalaman mereka dengan memberikan bimbingan langsung di lapangan. banyak di antara mereka bersedia meminjamkan sepeda milik sendiri untuk sekedar melakukan test drive. ini penting agar anda dapat merasakan bagaimana bedanya sepeda dengan komponen high-medium-low budget. para punggawa mtb ini bisa anda jumpai di trek-trek legendaris di kota anda. ambil contoh di seputar jakarta ini : jalur pipa gas, cihuni, jatiasih, hutan ui, dan puncak.
dengan bekal informasi serta praktik anda akan dapat menjawab pertanyaan selanjutnya. style apa yang anda minati? freestyle, cross country, down hill, atau dirtjump? setiap style diwakili oleh geometri (bentuk) sepeda yang berbeda. pemakaian komponen yang terpasang di tiap jenis sepeda juga tidak boleh sembarangan.
ambil contoh, sepeda cross country (xc) memiliki bentuk frame yang sangat berbeda dengan down hill (dh). pada umumnya sepeda dh memiliki suspensi belakang. bobot frame dh lebih berat dibanding xc. fork sepeda dh rata - rata memiliki travel di atas 160mm dan berjenis double crown. sedangkan sepeda xc umumnya menggunakan fork bertravel 80 - 130 mm single crown. sepeda xc sangat mementingkan total berat yang lebih ringan dibanding dh. begitu pula dengan komponen lain seperti crankset. sepeda dh menggunakan single gear atau paling banyak double gear, sedangkan sepeda xc umumnya triple gear.
namun tidak menutup kemungkinan adanya kombinasi frame serta komponen yang terpasang. sebagai contoh sepeda mtb type all mountain (am). sepeda am memiliki karakteristik gabungan antara xc dan dh. kehadiran komponen dh diwakili oleh adanya rear shock dan fork bertravel 110 - 160mm. syarat sepeda xc yang ringan rata - rata diakomodir oleh sepeda am.
pertanyaan selanjutnya adalah seberapa dalam anda akan merogoh kantong anda? ingatlah bahwa semakin mahal komponen berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan. harga komponen mahal karena produsen mengeluarkan ongkos tidak sedikit untuk mendanai riset. penggunaan material yang kuat namun ringan menjadi alasan lain mengapa sebuah komponen sepeda mtb bisa mencapai harga jutaan rupiah. namun demikian, untuk pemula bisa memulai dengan menggunakan komponen middle atau bahkan low-budget terlebih dahulu.
untuk masalah dana, sekali lagi, mulailah dengan apa yang anda punya. apabila kemudian hari anda sudah bisa menikmati apa yang anda lakukan, silakan upgrade ke spesifikasi yang lebih tinggi. atau apabila spek sepeda telah di tangan, belanja komponen dengan cara menyicil per komponen juga merupakan alternatif lain.
nah kini anda telah siap untuk merakit sepeda mtb pertama milik anda? untuk anda aku akan tuliskan pada artikel panduan merakit sepeda di sana dan di sini.
tips dari senior (updated : 03/12/07) :
pada dasarnya merakit sepeda akan lebih mahal dibanding dengan beli fullbike, apabila dibandingkan secara apple to apple. pabrikan jelas bisa mendapatkan harga lebih murah untuk parts sepeda. namun karena adanya strategi costing and pricing pabrik harus bisa membuat sepeda yang berkualitas/perform sekaligus bisa untung, maka cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan parts mix groupset. jarang sekali kita jumpai sepeda fullbike di toko yang menggunakan full groupset. (bambang yulianto).
eh gini mas senior, saya punya sepeda tapi poros as roda belakangnya sering patah ato bengkok, yang pertama saya ketahui langsung patah, dan yang kedua ini sudah bengkok. masalah ini muncul setelah saya memasang shock becker depan (RST CAPA).dan baru - baru ini saya nyoba as yang pake’ quick release dan setelah saya coba keliling naik turun bukit of road lagi, eh sepertinya ada indikasi kalo mau bengkok/patah lagi. apa saya harus nurunin berat badan lagi? sekarang beratku 65kg, standart kan.gimana nih mas solusinya. masa’ harus ganti lagi, soalnya sudah tiga kali nih.merek poros as roda apa yang bagus, cocok, dan tentunya terjangkau bagi mahasiswa kaya’saya.
thanks banget yo kalo dibales.
kutungggu saran mas.
>>asbindro : gini dik yunior (halah!), spedanya mang dipake buat apa? pemasangan fork rst ataupun quick release tidak ada hubungannya dengan patahnya as roda belakang (free hub). jangan-jangan citybike or touring bike trus disiksa di gunung? kalo freehub yang bagus sih relatif, tergantung pemakaian. tapi untuk mtb bisa mulai menggunakan shimano alivio lengkap dengan quick releasenya. lebih rendah dari itu bisa make shimano acera. lebih rendah lagi tidak direkomendasikan.
Trims Mas, menarik nih ulasannya buat org awam spt saya n jadi mesti ati2 sama racun yg bertebaran skrg
Mau tanya (maap awam bgt nih): fungsi dan manfaat quick release/QR pada sepeda itu sebenarnya gimana sih?
saya perhatikan dulu yg byk pake itu road bike trus akhir2 ini jg mtb, yg saya ngerti cuma utk mempermudah ktk ganti ban dan aksesoris yg menarik
Saya sdg menimbang2 mau beli sepeda jadi, rata2 selisih harga antara yg pake QR dgn nggak diatas 1 juta, wajar gak sih mas? kalo emg urgent buat performance lalu jika nambahin QR sendiri kira2 brp-an ya?
Sekali lagi terima kasih atas penjelasannya
>>asbindro : kalo anda suka travelling dan touring mencoba trek-trek di luar kota dan harus membawa serta mtb ke dalam mobil, baru terasa betapa kita dimudahkan dengan adanya qr ini. afaik, qr ini tidak ada kaitan langsung dengan performance, mungkin lebih ke arah kemudahan dan total berat parts. untuk selisih harga tentu saja bukan semata - mata adanya qr tapi juga penggunaan parts yang lain. thanks.
Maaf mas mengganggu, saya mau tanya-tanya ni.
Bulan depan rencananya saya mau beli sepeda untuk ngantor, keliling kota/ke luar kota, dan main di medan offroad yang gak terlalu berat. Tipenya yang cocok mungkin XC yang hard tail ya?. Budgetnya ada 3 jt or lebih dikit juga gapapa.
Untuk lebih memudahkan saya dalam membeli (karena sementara ini saya tinggal di Banda Aceh dan ilmu tentang persepedaan masih basic) saya mau beli yang fullbike dulu.
Sempat kepikir untuk merakit dengan frame yang generik dengan komponen-komponen yang lebih bagusan. Tapi terus terang di Banda Aceh gak ada toko sepeda yang representatif. Kalaupun saya ke Jakarta untuk urusan kantor, waktunya tidak akan cukup untuk hunting.
Kemarin udah sempat browsing dan kepincut dengan Kona Lana’i 2007 (warna merah marun). Harga di Rodalink 3, 1 jt tapi komponennya sepertinya masih yang standar. Kalau menurut mas gimana dengan sepeda pilihan saya itu? atau ada alternatif yang lebih baik?
Kalau seandainya saya mau up grade dengan komponen yang lebih baik, apakah komponen yang lama masih laku dijual? Satu lagi pertanyaan, dengan harga segitu, apakah frame Kona nya original?
Terima kasih ya mas atas perhatiannya
Pri
>>asbindro : terus terang diriku belum pernah mencoba kona mas pri. tapi kona adalah produsen sepeda yang sudah dikenal luas. tiruan kona (generik) juga belum ada di indonesia. dan jika membeli di rodalink, sejauh ini belum pernah terjadi mereka memberikan parts generik/aspal. spek kona lana’i yang terlihat di website konaworld nampaknya cukup untuk melibas trek onroad b2w dan sesekali offroad/light xc. kalo kelak mo apgred, seluruh parts bisa saja ditukar tambah di toko sepeda di kota anda, namun rasanya akan susah kalo tetep dengan rodalink. cobalah sesekali main ke sepedaku.com, di sanalah banyak mtb’er buka lapak. anda bisa ikut meramaikan kaki lima parts sepeda terbesar di tanah air ini. oh ya, cobalah maen dulu di rodalink terdekat, barangkali bisa mendapatkan ready stock sepeda lain dengan parts yang lebih bagus namun dengan harga yang relatif sama. happy hunting.
Nah itu dia kesulitan saya mas. Di Banda Aceh tidak ada toko sepeda yang representatif/lengkap. Rodalink paling deket di Medan. Dan saya hanya bisa ke Jakarta pas dapat cuti atau kalau ada urusan kantor (maaf mas, koq saya jadi curhat gini ya). Hehehe…
Jadi sejauh ini andalan saya untuk mendapat informasi ttg sepeda cuman dari internet atau nanya2 ke temen. Ngga bisa liat-liat atau mencobanya langsung.
Terima kasih banyak mas atas ulasannya tentang Kona. Sebenarnya saya juga tertarik dengan Amoeba Hussar XC sebagai alternatif.
Menurut Anda, dengan budget 3-4 jt kira-kira sudah dapat belum frame amoeba, group set shimano alivio, Fork RST, diskbrake dan komponen-komponen yang lain?
Bila tidak keberatan, bisakah Anda memberikan spek yang sesuai dengan kebutuhan saya bila saya akan memakai amoeba hussar XC
Terima kasih banyak mas atas perhatiannya dan maaf bila pertanyaan saya terlalu banyak.
Saleum,
Pri
>>asbindro : hussar xc cukup mumpuni untuk trek xc dari light sampai extreem. asal ditunjang dgn technical skill yang cukup. spek yang mas pri pilih sudah bagus, jadi pakailah groupset alivio 8speed sebagai awal. fork bisa memilih rst xcr yang cukup ringan untuk kelas low-end. diskbrake bisa ambil hayes mx2, tapi kalo susah ya tinggal pakai punya shimano dari yang non-series sampai hidro diskbrake deore. komponen lain silakan dipilih sendiri karena memang akan sangat menentukan kenyamanan riding mas pri. menurut selera-lah. dengan budget 3-4jt sangat mungkin mendapatkan sepeda bagus. tapi ini untuk area jakarta ya, nggak tau kalo di sana bisa nggak. happy hunting.
Okey mas. Thank you very much for your reply. Saya mungkin akan hunting di ibu kota saja (selain lebih murah, pilihan tokonya juga lebih banyak).
InsyaAllah kalau tidak ada halangan, Januari/ Februari ini saya akan dapat cuti ke jakarta.
Saleum,
Pri
ask; kalo spda 26 inch dipasang roda 700c bisa gak ya???? thanks a lot 2 everybody b 4….
>>asbindro : kan beda ukuran om. kecuali kalo size doesn’t matter bagi anda. hehehe.
Mas.. saya pemula yang mau bertanya nih.
Saya dan istri baru mulai berpikir untuk menggunakan sarana sepeda sebagai kendaraan berangkat ke kantor. Jadi spesifikasi kegunaannya paling buat touring di jalan raya aja.
Kami berdua punya budget sekitar Rp 3 juta untuk dua sepeda. Mungkinkah dengan harga segitu kami dapat sepeda yang lumayan nyaman dan aman untuk berkendaraan di jalan raya?
Lebih murah beli atau ngerakit ya? Jika harus beli, merek apa yang anda rekomendasikan sesuai dengan budget kami?
Oh iya kami tinggal di sekitar cawang, adakah toko sepeda terdekat yang cukup bagus untuk dijadikan referensi jika ingin beli sepeda?
>>asbindro : wah selamat om! masih sangat mungkin 3jt utk 2 sepeda, tengok aja di sini. kalo 3 juta mpe 4 jt utk 2 speda coba tengok beberapa produk entry-level polygon di rodalink (quatro, xtrada, astroz, dan premier).
mas saya perempuan yg kerja kantoran, rencana mo b2w…tapi masih bingung milih jenis sepeda yg mo dibeli…ada situs yg layak jadi referensi khusus model sepeda, soale kayaknya kebanyakan speda mtb gayanya maskulin yach ? punya bokap rakitan almost 3 jtan… macho banged kalo genjot sepeda bokap… tengkyu bangeds sarannya…
>>asbindro : pada dasarnya bentuk mtb memang lebih gahar dibanding commuter/citybike. namun mbak bisa coba liat beberapa mtb produk united dan polygon terbaru (200
yang berpenampilan lebih feminin dengan cat dasar putih atau silver. sayangnya kedua website mereka belum update. silakan datangi saja toko-toko sepeda di kota anda.
Good daya mas senior…
Mas meski sy tinggal di Jakarta tp jujur sy masih kuno ama namanya sepeda. Nah sy udh mulai2 mempelajari seluk beluknya, cm msh blm ngerti jg…
Gini punya cerita, sy rencana bulan depan (APRIL) pengen pny sepeda baru, cm sy msh bingung apa sih sepeda B2w dan Fullbike? trz kl budget sy 1,5jt udh bisa dapat sepeda yg menengah keatas blm? kl bs apa ya….??? sy sih pernah konsultasi ama tmen yg notabene anak Bike 2 Work, ktnya dengan Budget segitu beli aja sepeda B2w atau yg Full bike, nah itulah yg sy mw pertanyakan…
sy tunggu jawabannya mas ya.. secepatnya cz mw perhitungkan Budget jg, heheheh….
>>asbindro : fullbike itu istilah untuk sepeda siap pake. budget 1.5 masih mungkin untuk beli polygon edisi b2w. denger-denger maret ini mau keluar lagi. coba liat di toko rodalink terdekat. gutlak.
Om…
aku seorang cw nih… jujur aku ga sk ama sepeda, Cpe deh….! tp sejak semakin banyaknya sepeda berkeliaran di Jakarta khususnya Thamrind - sudirman, hasrat sy pengen beli sepeda jd besar. Mohon Info dari Om kira2 sepeda yg biasa berkeliaran di jakarta itu beli dimana ya…? pa lg sy sk warna HITAM. Sy tertarik wkt itu ada yg bawa sepeda Hitam merek di bodynya “s-works” kl ga salah. itu mereknya apa ya Om? trus kl sy pengen ngerakit dimana ya…? sy skrg tinggal didaerah Ciputat. Mohon Infonya ya Om……….
thx
angie
>>asbindro : rata-rata komunitas b2w menggunakan sepeda mtb. “s-work” itu memang salah satu brand mtb. cobalah sekali waktu maen ke toko “formula”, depan bca pasar ciputat. tanya sama boss edi sepeda yang ditaksir tante angie yang mana. orangnya baek kok. tanya dulu aja biar ada gambaran. gutlak.
Mas, saya kesulitan memasang fork RST Gila T8 ke frame GTI dengan overseas Token, ketika sudah di pasang masih terasa sediki oblak kalau di angkay stangnya. Gmananya supaya mantap forknya terpasang di frame.
thanks.
>>asbindro : anda yakin sudah betul pemasangannya? anda yakin headset frame anda dan steerer tube fork tidak ada space yang memungkinkan fork goyang? atau mungkin harus dipasang spacer. silakan cek kembali. kalo masih sama, nyerah deh mas, silakan bawa ke bengkel terdekat.