kunci keberhasilan implementasi ERP salah satunya adalah komitmen manajerial. ERP tidak sekedar membeli software, install, training, dan pakai. tidak sesederhana itu. implementasi ERP mencakup ruang lingkup yang luas, sisi teknis, perilaku, dan politis.
aspek terberat dalam implementasi ERP adalah perilaku manusia. mengapa? sebab dalam suatu proses bisnis, campur tangan manusia secara langsung tidak dapat dihindarkan. dan seringkali hal yang sudah merupakan kebiasaan pada seseorang itu sangat sulit untuk diubah. mau tau contohnya?

  • menunda pekerjaan. tugas yang semestinya bisa diselesaikan saat itu juga sengaja ditunda untuk alasan yang tidak jelas. pada sistem komputerisasi, penundaan satu titik job dapat merembet ke banyak bagian. ini efek domino, akibatnya akan ada banyak pihak yang ikut merasakan dampaknya. terlebih pada sistem yang harus realtime di mana setiap detiknya amat berharga.
  • short cut. seringkali orang ingin suatu job diselesaikan secepat mungkin tanpa menghiraukan sistem dan prosedur, alasan yang dipakai adalah biar segera diproses. maka beberapa prosedur validasi dan verifikasi dilompati kecuali pejabat yang paling atas. pada sistem online yang kecenderungan paperless, ini sangat fatal. sama seperti kasus di atas, apabila satu fungsi tidak dijalankan akan berakibat fungsi lain gagal dieksekusi.
  • sok paperless. pada bisnis skala kecil, dokumentasi dan penggunaan formulir isian masih mungkin untuk diminimalkan, bahkan ditiadakan. namun untuk bisnis skala besar ini tidak mungkin. formulir telah didisain dengan standar tertentu dengan mengedepankan fungsi kontrol. meskipun di masa depan ada kecenderungan praktek bisnis paperless menjadi kebutuhan, namun hal ini harus didukung penuh oleh sistem komputerasi yang handal.

ketiga contoh di atas hanyalah sedikit di antara perilaku sumber daya manusia di dalam perusahaan yang tidak produktif. dengan demikian, sudah seharusnya ada suatu komitmen kuat dari top manajemen untuk selalu mendorong staff-nya menuju perubahan yang lebih baik. tanpa adanya komitmen tersebut, proses implementasi ERP bukan tidak mungkin akan menemui jalan buntu.

di dalam praktek, proses perubahan itu tidak semudah membalik tangan. dibutuhkan waktu lama dan komitmen terus menerus. di perusahaan besar, proses ini bisa memakan waktu tahunan, jauh lebih lama dari proses installasi software dan trainingnya yang hanya dalam hitungan bulan bahkan minggu.

kesimpulannya, ERP tidak akan jalan 100% tanpa komitmen kuat dan konsisten dari top manajer. dijamin.

Iklan