minggu, 19/11/06 – 06.00, sebanyak 7 orang member rembrandt cycling community (RCC) telah berkumpul di posko RCC. seperti minggu kemaren, kami berencana eksplore lebih dalam trek tigaraksa – panongan. mencari trek offroad sebanyak mungkin untuk memberikan pilihan yang bervariasi kepada member RCC. mau ekstreem? ayo. mau funbike? ayo ajah. gitu cita – citanya.

diawali dgn ritual rutin, cek tekanan ban, cek perlengkapan sepeda, cek bekal, dan berdoa bersama, berangkatlah ke-7 member dgn semangat membara.

rembrandt – mekar asri, 3,8km, onroad. memasuki mekar asri, jalan berubah drastis, aspal terkelupas sana – sini, batu – batuan kecil dan sedang siap merontokkan velg kalo nggak hati – hati. di sini speed kami turun drastis, max 12km/h.

mekar asri – millenium, 8km, offroad. trek dominan jalan tanah kampung, terkadang melewati single trek, sebagian kecil berupa jalan semen cor. di sini kami harus melibas hamparan tanah kosong yg baru diratakan buldoser, milik kawasan industri millenium tigaraksa. karena tanah masih lunak, kami harus selalu menggunakan gear tengah. kondisi trek mirip jalan pasir. lumayan menguras tenaga juga. dari sini ada 2 pilihan trek. ke kanan ke arah pintu masuk millenium trus ke arah tigaraksa, onroad. atau lurus kemudian ke kiri masuk perkampungan penduduk setelah ttb, nyebrang sungai. meniti jembatan bambu sembari angkat sepeda sementara 5m di bawah sungai mengalir deras, sudah merupakan fear factor tersendiri. dua bambu yang diletakkan berdampingan dengan diikat di dua batang pohon, kalo diinjak bergoyang kiri – kanan – atas – bawah.

millenium – tigaraksa, 3km. seminggu sebelumnya kami ambil trek ke kanan, ke arah jalan utama tigaraksa. kali ini kami ambil trek lurus, lompat sungai. melewati pematang sawah, dan menerabas jalan tanah antar rumah penduduk. menuju ke arah bundaran tigaraksa. ini bagian yang paling asyik. ada ttb, panggul sepeda, trek naek dan turun mengikuti kontur tanah di sela – sela pepohonan kampung.

tigaraksa – takara, full onroad, hotmix. 7.5km, avg 18km/h. biasanya kami istrirahat dulu di warung pak tua, namun kali ini kami langsung genjot menuju komplek padang golf takara. di sana warung mpok telah menanti. menjelang takara ada tanjangan terjal nan panjang, lumayan bikin stress. kalo sejak bundaran tigaraksa maksain naikin speed tanpa peduli ritme genjotan, sampai tanjangan bisa ttb. dijamin.

sampai di warung mpok, kalo beruntung bisa pesan puyuh goreng nan gurih. kalo habis ya bisa pilih ayam goreng, ato sekedar camilan tinggi protein macam peyek udang. aku sih jarang makan di sini, paling banter es teh plus peyek udang. dari rumah udah sarapan kalo dipaksain makan lagi bisa ngambek nggak mau genjot pulang, kan repot.

takara – waduk, 4.5km, offroad dengan dikit jalan aspal rusak. banyak pilihan trek di sini. mau full onroad bisa, mau lewat perkampungan dan sawah juga ok. kami pilih yang kedua. mengandalkan feeling plus arah matahari, kami mencoba eksplore trek baru. ternyata asyik. kerasa betul enaknya pake hussar dj. meski sedikit lebih berat dibandingkan versi light xc, hussar dj sanggup dibawa ngacir naek turun, drop off, jumping, dst.

waduk – rembrandt, 4km, offroad. sesaat sebelum waduk kami memasuki hutan bambu, melewati roll coaster, jembatan bambu, single trek ke arah waduk. biasanya di sini sepeda kita pacu selama di jembatan bambu tidak ada orang lain yang akan nyebrang. member terdepan biasanya dijadiin patokan. lepas waduk tidak ada trek yg asyik. funbike melewati perkampungan.

total perjalanan kurang lebih 30km, avg speed 12km/h, max speed 40km/h, dilahap dalam 4 jam. namun tergantung berapa lama ngetem di setiap pitstop.

dan begitulah eksplorasi kami minggu itu. next trip aku critain lagi.

Iklan