bagi mereka yang kerja di IT Dept sebuah perusahaan, terkadang harus mengerti dengan baik penyusunan standar operasi prosedur audit pajak oleh kantor pajak.

apa hubungannya IT Dept dengan Tax Auditing? tentu saja erat sekali. komputerisasi proses bisnis di perusahaan telah membawa konsekuensi dengan adanya orang – orang IT di dalam tim tax auditor. seru kan?

di dalam melakukan daily activitiesnya, pelaku bisnis lazim melakukan 3 strategi pajak, penghindaran pajak, manipulasi pajak, dan gabungan keduanya. strategi pertama bukan merupakan kejahatan pajak, karena perusahaan sedapat mungkin mencari celah di antara aturan pajak yang bejibun namun sengaja dibikin abu – abu itu. strategi kedua, jelas merupakan kejahatan karena dengan sengaja tidak mau membayar sesuatu yang memang harus dibayar. strategi ketiga, lebih ke arah trik bermain di area abu – abu, tergantung dari sudut mana melihatnya.

namun sesungguhnya di mata tukang pajak, setiap pelaku bisnis dianggap tidak jujur dalam melaporkan pajaknya. ini yang repot. jadi mau menjalankan strategi manapun, kesimpulan di mata mereka tetaplah sama, perusahaan tetaplah tidak jujur. nah loo!

ketiga strategi di atas akan berimplikasi kepada desain infrastruktur teknologi informasi. setiap strategi membutuhkan pendekatan yang berbeda. baik dari sisi hardware maupun software.

setiap aplikasi yang dipergunakan untuk merekam proses bisnis perusahaan harus mampu untuk di-customize agar sesuai dengan strategi tax yang dipergunakan. sedangkan dari sisi hardware dan networking, diperlukan dukungan dari keduanya agar customize tadi memberikan hasil maksimal. di dalamnya terkandung upaya – upaya penyamaran dan trik – trik laen. diperlukan pengetahuan akan computer forensics yang lumayan agar menang dalam ‘pertempuran’ melawan tax auditor. setidaknya mampu menghapus history setiap aktifitas ‘abnormal’ secara sempurna.

agar segalanya mendekati ideal, selain aspek teknis, aspek non-teknis juga memerlukan regulasi tersendiri. policy perusahaan yang didukung dengan adanya sanksi yang jelas memberikan kontribusi yang tidak sedikit. harus diingat bahwa komputer dengan teknologi informasi hanyalah sebuah tool yang mana sangat bergantung kepada man behind the gun, manusia sebagai subject.

menurut pengalamanku, aspek non-teknis ini yang justru sangat berpotensi menimbulkan kegagalan. sebaik apapun sebuah sistem disusun, tanpa adanya kontrol yang ketat sama saja bohong. sebagai orang IT, kita musti memahami dengan benar, agar kita tidak melulu didikte oleh user yang seharusnya justru tinggal plug and play, namun akibat kebebalan mereka, dengan dalih apapun berusaha menyalahkan aspek teknologi informasi.

ingat, teknologi informasi memang sanggup memenuhi hampir seluruh kebutuhan kita akan ketersediaan informasi yang cepat dan akurat. namun TI tidak bisa ‘diperkosa’ begitu saja hanya untuk mendapatkan manfaat sesaat tanpa mau berkeringat.

Iklan