kemaren kami meeting dengan salah satu divisi group yang pegang IT, soal pembangunan software berbasis ERP untuk pabrik kami.

dijelaskan panjang lebar soal sisi plus penggunaan software komputer bla…bla… aku sih udah hapal bener. tapi barangkali boss – boss masih belum begitu tahu.

tapi pada intinya masih ada keraguan untuk melangkah ke komputerisasi yang telah terintegrasi macam ERP ini. satu masalah uang, investasi, dan kedua masalah job culture, budaya kerja yang masih sarat dengan cara – cara nulis di atas kertas.

selama ini memang kami sudah menggunakan software bantu untuk melakukan simplifikasi, namun karena dibangun secara per modul dan tidak dalam konsep terintegrasi, akibatnya memang jadi tidak bisa untuk disatukan dalam satu konsep ERP.

sebenarnya big boss memang telah sampai pada satu tahapan pemahaman bahwa sudah saatnya masuk ke solusi ERP serius, namun karena tidak ada satu orang pun yang kompeten di bidang ini sebelumnya, yang ada adalah keraguan. ditambah lagi adanya riwayat kegagalan penanaman sistem di masa lalu. trauma dengan yang namanya komputerisasi masih ada tersisa.

dan sekarang tugas utamaku ya menyakinkan ke big boss bahwa perusahaan memang layak untuk menuju ke sana. tentunya dengan argumentasi yang sanggup menghilangkan keraguan dan trauma di atas. memang tidak mudah. terutama menghadapi tangan kanan big boss yang gaptek habisssss.

menghadapai orang gaptek memang gampang gampang susah, namun lebih banyak susahnya. yang nampak adalah upaya defense, kalo gini aja udah jalan kenapa musti susah – susah pake ERP?

saat ini saya lagi susun stategi yang tepat buat hadapi masalah ini. di laen waktu akan saya ceritakan lagi, sukses apa tidak.

Iklan