secanggih apapun rencana manusia, kalah juga dengan rencana Allah.

setelah sekarat 3 hari lamanya, akhirnya internet indonesia hidup lagi.

akibat gempa7.1 SR di Taiwan, fibre optic sebagai backbone koneksi rusak parah. selanjutnya bisa ditebak, koneksi internasional mati atau sekarat. yang mati karena memang hanya mengandalkan satu koneksi, yang sekarat karena masih punya koneksi cadangan menggunakan satelit yang terkoneksi langsung dari eropa/amerika. tiga hari lamanya, kita yang di indonesia musti terima nasib, kalo nggak mati total ya hidup dengan kapasitas bandwidht rata-rata tinggal 17%.

kantorku cukup beruntung, meski lemot minta ampun, khususnya untuk link internasional, tapi beberapa situs luar negeri atau lebih tepatnya yang hosting di luar negeri masih bisa diakses. koneksi langsung via satelit ke eropa sangat menolong.

sekaratnya internet kita, menunjukkan bahwa upaya pembangunan infrastruktur backbone internasional yang lebih bagus harus segera dilakukan. perlu adanya skema darurat yang bisa dijalankan manakala terjadi bencana alam. pastinya banyak cara ke arah sana, namun untuk kita, indonesia, siapa yang berkompeten melakukan itu? swasta? pemerintah? atau keroyokan?

pembangunan infrastrukture backbone internet membutuhkan biaya yang tidak sedikit selain waktu dan tenaga yang tidak sedikit pula. dibutuhkan perencanaan matang dan pembiayaan yang mantap. aku rasa semua pihak yang berkepentingan harus mau terlibat melalui mekanisme yang diatur pemerintah sebagai regulator.

apakah kita bisa? bisa kalo mau. duit juga ada. kalo diadakan. tinggal permasalahannya apakah pemerintah mau mengambil inisiatif sebagai pengambil kebijakan untuk memfasilitasi terlaksananya proyek ini. sedangkan di pihak swasta, apakah bisa saling bekerja sama dan rukun tanpa mengedepankan kepentingan golongan sendiri?

sekali lagi, gotong royong dalam arti sebenarnya bisa dijadikan skema pembangunan infrastruktur penting ini. dikerjakan bersama untuk kepentingan bersama. tidak ada lagi monopoli jaringan.

moralnya adalah kerja sama untuk kepentingan bersama.

Iklan