ketika seorang temen lama mampir ke blogku, sejurus kemudian teriak di ym “dab, trus kowe itu punya spesialisasi apa?”

lantas percakapan panjang terjadi di sana, sayangnya nggak layak tayang di sini.

dunia kerja it sesungguhnya berawal dari sebuah cinta pada pandangan pertama bagiku. sejak mengenal bahasa pemrograman basica, lantas terbuka wawasan bahwa ternyata komputer bisa melakukan sesuatu hal yang kita mau, nggak melulu terpaku pada game tetris dan pacman.

programmer, menjadi predikatku selama kurun waktu 5 tahun. dari batch file dos, basica, dbase, clipper, foxpro, visual foxpro, dan terakhir visual basic. dari bikin alarm desktop mpe aplikasi general ledger.

masuk dunia kerja formal, pada awalnya harus dihadapkan pada kondisi bahwa orang it = superman! jadi harus bisa jadi programmer, system analyst, network administrator, trainner, database administrator, dan helpdesk. tapi gaji tetap technical supports.

kenyataan ini akhirnya justru berbuah kenikmatan bagiku. kerja keras dan belajar dari semua orang yang ahli di bidangnya membuatku mulai ngerti networking dan database engine. tak luput juga pengalaman berhadapan dengan user – user yang reseh dan nyebelin dari semua makhluk yang namanya manusia itu. pengalaman ini sungguh sangat berarti. kini aku bisa menghadapi semua strata user, dari operator komputer sampai berpresentasi di hadapan jajaran direksi.

dunia terus berputar, banyak sekali lulusan it siap kerja membanjiri lapangan. ini berakibat populasi superman terus berkurang. dan lahirlah spesialisasi. spesialisasi lahir sebagian dikarenakan tuntutan pasar. sebagian lagi karena ingin keren – kerenan dari pabrikan aka kampus. katanya biar nggak ketinggalan jaman, maka diadakan jurusan teknik informatika dan manajamen informatika, padahal sebelumnya udah ada ilmu komputer dan teknik komputer. jangan tanya bedanya!

kembali ke crita di awal, kalo sekarang aku disuruh memilih aku tetep ingin menjadi pekerja it titik bukan lagi dikotak – kotak ke berbagai istilah yang bagiku tetaplah barang baru dan eksklusive. namun karena tuntutan aturan formal perusahaan aku memilih analyst system sebagai spesialisasiku, lepas dari jabatan formal dalam struktur organisasi.

jadi kalo disuruh menjawab pertanyaan temenku di atas, sungguh aku bingung.

Iklan