kalo minggu kemaren banjir menggenang di jalan persis depan pintu gerbang kampoengku, kali ini air telah menggenang di boulevard dari gerbang utama sampai sejauh 1.5km masuk hampir sampai di cluster di mana aku tinggal.

semalam memang hujan turun lumayan deras sampai pagi. dan pagi ini lalu lintas jadi macet luar biasa. banyak warga yang mengurungkan niat beraktifitas hari ini dikarenakan tidak ada akses ke luar kompleks. jalanan terendam air sampai setinggi ban bus trans.

beberapa memang mencoba menerobos dengan penuh keyakinan, dan akhirnya kendaraan mereka mogok kemasukan air. mungkin mereka berpikir, kendaraannya telah kedap air atau sedang bermimpi naik kendaraan amphibi.

banjir ini yang pertama kali melanda perumahan kami, tahun 2002 di bulan yang sama, air tidak sampai masuk ke boulevard. air hanya tertahan di jalan raya cikupa – balaraja.

air selalu mentaati hukum alam, mereka selalu mencari tempat yang lebih rendah untuk kembali berkumpul dengan sodara – sodara mereka di laut. kita saja, manusia yang selalu bersikap arogan, menutup saluran yang seharusnya menjadi jalan mereka. menggusur jalan mereka entah ke mana. sebagai gantinya kita dirikan bangunan beton di mana seharusnya mereka lewat. daerah resapan air semakin berkurang digantikan rumah – rumah manusia. dan akibatnya air kehilangan arah, mengalir ke mana mereka suka.

sekarang mau apa kita?

Iklan