pagi ini, jam 5.15, hujan deras mengguyur bumi. petir menyambar ke kejauhan dan bunyinya merambat cepat ke telinga kami. cukup keras dan berulang.

si kakak, adhitya, rupanya telah terganggu dengan halilintar. bangun dan minta dikelonin. takut katanya. memang keras banget suaranya.

adiknya, silvia, lelap tidur, meski sempat buka mata sekejap.

hari ini tanggal delapan, bulan kedua, tahun keduaributujuh. itu artinya anakku silvia telah genap setahun dilahirkan di muka bumi.

kami pandangi wajah imutnya, lelap tidur, damai. selamat ulang tahun silvia. kami semua sayang kamu. kuatkan hatimu, tetapkan tujuanmu. tegarkan langkahmu. kami tentu akan mendukung setiap jejakmu.

kami nggak ingin, kelak kamu hidup dalam bayang – bayang kami. kami nggak mau kelak langkahmu tertahan karena kami. bebaskan dirimu, cukuplah kau mengerti kami sayang kamu, kini dan nanti. terbanglah selagi kamu bisa.  dan kami berdoa untukmu.

kamu memang bukan milik kami. kepada kamilah kamu dititipkan sementara. untuk siap menjadi manusia dewasa seutuhnya. sudah menjadi tanggungjawab kami agar engkau kuat. sudah menjadi tugas kami agar cita – citamu mengembang.

lakukan saja apa yang telah kami lakukan kepadamu kelak tatkala engkau mengemban tugas yang sama. kepada anak – anak manusia yang dititipkan padamu.

selamat ulang tahun anakku. kami menyayangimu, sangat. kini dan juga nanti.

Iklan