aku termasuk orang yang tidak mudah begitu saja percaya akan suatu informasi. meskipun informasi itu disajikan dengan amat menarik. lengkap dengan grafik dan gambar lainnya. bahkan dengan adanya testimonial. semua itu saya anggap hanyalah marketing gimmic dari pemilik informasi.

sikap tersebut aku pakai juga dalam melihat bisnis on-line di internet di indonesia. banyak sekali tawaran bisnis ataupun toko on-line di internet. hampir semuanya menyajikan informasi yang sangat menarik untuk dipelajari di dalam website mereka. namun sayang sekali, aku menemukan sangat sedikit di antara mereka yang betul – betul serius menggarap bisnis ini.

banyak diantara mereka yang hanya menggunakan internet sebagai salah satu media transaksi dengan tanpa meninggalkan metode transaksi lama. artinya transaksi on-line memang hanya pelengkap dalam menjalankan bisnis.

salah satunya adalah indokado.com. mereka sebenarnya telah lama berdiri dan mengkhususkan diri pada penjualan gift (bunga, roti tart, dll) yang bisa dikirim kepada orang lain sesuai pesanan.

berawal dari rasa penasaran aku mencoba layanan mereka baru – baru ini. dan ternyata yang aku dapati adalah ketidakpuasan.

satu, website maintenance. website mereka tidak diurus sebagaimana mustinya. broken link, database error, max_connection_exceed sampai pada kesalahan pencantuman nomor telepon dan fax! aku nggak bisa mengerti mengapa hal – hal sepele macam begini jadi tidak terpikirkan oleh pengelola. aku pikir ini sifatnya memang temporary, ternyata sampai hari ini aku masih menemui error yang sama.

bisnis on-line pada dasarnya adalah bisnis kepercayaan. sekali saja buyer melakukan kesalahan pelayanan akan berdampak buruk pada life cycle bisnis mereka sendiri. di era cyber ini, berita ketidakpuasan konsumen akan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia dalam hitungan detik.

kembali kepada kasus indokado.com. terdapat kesalahan informasi yang berpotensi menimbulkan penyesatan konsumen. mereka mencantumkan nomor telepon yang sudah bukan milik mereka sendiri di dalam receipt penjualan. pada waktu aku telepon sesuai nomor yang dimaksud untuk melakukan konfirmasi pembayaran, ternyata yang berbicara di seberang adalah seorang mahasiswa yang tidak ada hubungan sama sekali dengan indokado.com! dia bilang bahwa aku adalah penelepon kesekian yang salah. wah…

untunglah pada lembar yang sama mereka juga mencantumkan secara jelas nomor telepon dan fax perusahaan lengkap dengan alamat toko mereka. data inilah yang benar. dan sewaktu aku tanyakan mengapa nomor lain salah, mereka cuma bilang nomor tersebut memang bukan milik mereka lagi. tidak ada permintaan maaf terucap.

kesalahan kedua adalah informasi stock barang yang tidak up-to-date. yang aku dapati adalah mereka mengganti pesanan yang telah aku lakukan secara sepihak. meskipun terdapat terms and condition untuk hal ini, sudah sepantasnya mereka harus rajin melakukan update database agar tidak banyak orang dikecewakan.

kesalahan ketiga, konfirmasi pengiriman yang tidak real-time. server telah mengirimkan email konfirmasi pengiriman padahal barang baru dikirimkan keesokan harinya! telat satu hari dari kesepakatan.

kecepatan penyampaian informasi rasanya bisa dipecahkan dengan penggunaan sms gateway. jadi saat kurir berangkat membawa barang, sekian detik setelahnya pemesan mendapatkan notifikasi via sms. dan kemudian tinggallah sang pemesan harap – harap cemas, semoga kurir tidak kesasar atau mendapat halangan lainnya.

yah, itulah sekelumit kisah nyata dariku. ada yang mau berbagi cerita serupa?

Iklan