Tag

,

sabtu, 31 maret, penghujung bulan ini, aku dan 7 member RCC mencoba jalur on-road terpanjang yang pernah kami coba. kebetulan ada event mengkampanyekan hidup sehat bebas TB (tubercolusis) di serpong, tepatnya bumi serpong damai. jadi sekalian aja jajal genjot dari rumah ke bsd.

pagi, setelah pada sholat subuh, kami berkumpul di pintu gerbang lengkap dengan ‘senjata’ masing – masing. dan setelah mendekati 5.30 kami berangkat dengan semangat 45. melewati jalur cross-country beneran, jalur aspal pedesaan, lengkap dengan suasana khas desa, sawah, kabut, bau tanah dan kotoran sapi.

ciakar, cipari, curug, karawaci, gading serpong, bsd sejauh 22km, itulah jalur kami. 98% berupa aspal. sisanya jalan tanah yang telah dikeraskan dan jalan beton.

kurang dari 7 pagi kami telah sampai di meeting point. itupun telah diselingi dengan photo bareng di beberapa titik perjalanan. sembari menunggu acara ceremonial, kami abisin snack dari panitia, secuil roti dan sebotoh susu cair.

baru jam 8 lewat 5 menit, panitia melepas bendera start. GO! dan kamipun diajak keliling perumahan bsd. tau tau angka di odometer nunjuk 43 point sekian, artinya kami telah menempuh jarak 21km hanya di seputaran bsd. panas yang makin menyengat membuat kami putuskan cepat – cepat berangkat pulang, eh makan siang dulu. tanpa menunggu acara pengundian doorprize.

makan di soto betawi lumayan membuat kami segar. perut terisi nasi, irisan daging sapi, dan teh es manis. mendekati jam 10.30 kami genjot pulang, yang berarti harus berjuang sejauh 22km lagi!

tidak ada yang indah untuk diceritakan di sini, mengingat perjalanan benar – benar penuh dengan perjuangan. panas menyengat! ditambah sebulan lebih tidak latian, ibarat siksaan bagi kedua dengkul. tanjakan pendek yang dulunya masih bisa dilibas dengan gear terkecil musti direvisi dengan memindahkan ke gear tengah atau besar sekalian. di tengah perjalanan, lepas dari gading serpong, rasanya kaki ngambek nggak mau bergerak. berhenti sejenak, minum seteguk dua, lemaskan kembali kedua otot kaki dengan cara dipijit. meski aku tidak sampai kram, tapi ada 2 orang member yang bener – bener kram kaki. mungkin gara – gara terlalu memaksakan dan kurang pemanasan.

secara fisik, hari itu, aku kalah! bener – bener bikin kaki lemas. tapi didikan kegiatan outbond selama kuliah masih terasa dampaknya, semangat tidak gampang menyerah! alhasil pelan tapi pasti, menempati posisi 3 paling belakang, jam 12 lewat 15 menit nyampe juga di rumah tercinta, disambut rengekan silvia pengin digendong!

dan hari itu, odometer mencatat 65km point sekian. artinya itu sejauh perjalan solo – jogja atau tangerang – monas, yang separonya dilibas dalam kondisi panas menyengat. hasilnya kedua paha, tulang kering, dan wajah tambah hitam dari yang dulunya sudah hitam. namun melihat pencapaian kami, sudah terpikir kapan cari trek yang lebih panjang. uedan! itulah kami.

Iklan