setelah lama asyik dengan kesendirian di keluarga kecilku, akhirnya istriku kena racun mtb juga. aku iming – iming asyiknya bersepeda masuk keluar kampung serta naik turun bukit dengan bonus segar bugar karena berkeringat.

sebenarnya sih masalah bukan pada dia, tapi lebih kepada bagaimana caranya ngajak si kakak, adhitya (3.5thn) dan ade’nya, silvia (1.3 thn) turut bersepeda. selama ini adhitya belum tumbuh percaya dirinya untuk goees keliling kompleks perumahan kami. sepeda roda empat kuningnya lebih sering dibawa putar – putar di jalan depan rumah, 20 m ke kanan dan balik lagi 20m ke kiri pintu rumah. salah satu hambatan adalah adanya polisi tidur yang bagi dia terlalu tinggi. roda depannya pasti berhenti tepat di atas gundukan semen. kalo dah gini pasti dia ngambek minta didorong.

sedangkan silvia, lebih senang duduk manis dalam gendongan punggung baby-nya selama aku ajak keliling kompleks. kadang malahan ngamuk kalo aku berhenti karena bertemu dengan sesama penggila mtb di kompleks.

jadi rencananya, kami akan terus memacu adhitya untuk belajar bersepeda, sembari membangun second mtb buat mama eh salah. tepatnya, lovely hussar akan diganti frame agar lebih feminim untuk dipakai mama, sedangkan aku mulai lagi berburu parts mtb untuk build a new bike.

untuk silvia, rencananya kami siapkan boncengan babyseat yang dipasang di atas roda belakang mtb. aman dan nyaman selama tidak dipake untuk extreem xc.

asyiiik…

Iklan