fenomena motor bodong meski basbang nyatanya masih aktual sampai sekarang. lihatlah di sekeliling kita, khususnya yang tinggal di pinggiran kota jakarta. tidak sulit menemukan motor tanpa perlengkapan standar seperti lampu, spion, dan plat nomor.

tidak ada yang tahu darimana asal muasal kata bodong. dalam bahasa jawa bodong adalah istilah untuk menyebut pusar manusia yang menonjol keluar, bukan ke arah sebaliknya seperti lazimnya. bodong dalam kata motor bodong lebih mengandung pengertian motor tanpa identitas hukum yang jelas.

maraknya peredaran motor bodong setidaknya dipicu oleh dua sebab. pertama, tidak adanya ketegasan para penegak hukum dalam memberantas motor bodong. kedua, adanya sifat konsumerisme dan hedonisme membabi buta dari masyarakat kita.

faktor pertama, jelas sekali terlihat bahwa polisi tidak mau direpotkan dalam merazia para pengendara motor bodong. meskipun kadang dilakukan razia, namun tidak memberikan efek jera kepada pelaku. bahkan disinyalir, motor bodong ini merupakan tambang emas bagi sejumlah oknum polisi. apabila polisi berhasil membekuk komplotan pencuri motor, barang bukti yang disita dan tidak diambil pemilik resmi justru dilelang di bawah tangan oleh oknum petugas. sedangkan apabila motor – motor ini terkena razia, pemilik tinggal menitipkan sejumlah uang untuk menebus kembali motor mereka.

faktor kedua, masalah sifat manusia. kebanyakan orang yang tinggal di desa sekitar kompleks perumahan kami mengamini sikap yang penting punya motor. seorang keluarga akan dipandang kaya dan disegani kalo sanggup membeli motor keluaran terbaru. anak – anak abg akan disegani kelompoknya apabila telah memiliki motor sendiri.

akibatnya, sangat mengerikan, setidaknya menurut kacamataku. banyak orang tua yang menjual sapi ataupun kambing hanya untuk membeli motor. kalau tidak memiliki hewan ternak, mereka akan mencari segala cara untuk mewujudkan keinginan mereka. langkah mereka dipermudah dengan persyaratan kredit motor dari lembaga keuangan yang semakin ringan. namun kalau gagal membeli motor baru, tawaran murah motor bodong tentu saja sangat menggairahkan. dengan harga yang berkisar 1 – 3 juta mereka bisa mendapatkan motor meski tanpa surat – surat resmi.

di jalanan akan semakin banyak kita jumpai anak usia sd naik sepeda motor tanpa kawalan orang tua mereka. tak jarang mereka berboncengan 3 sekaligus, tanpa helm tentu saja. di antara komunitas ini pasti dijumpai beberapa motor bodong. hal ini jelas tidak bisa dibenarkan dari sisi manapun.

mencermati fenomena ini, aku rasa salah satu langkah terbaik adalah kembali kepada pendidikan keluarga. nilai – nilai luhur budi pekerti sangat penting ditanamkan sejak awal di lingkungan internal paling inti, keluarga. di saat pemerintah dengan segala tingkahnya tidak menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi masyarakatnya, menjadi tanggung jawab setiap orang tua -lah yang harus melindungi anggota keluarga dari segala dampak buruk, baik untuk fisik, mental maupun spiritual.

Iklan