Tag

,

  • kamu orang yang beragama? kalo ya, sama denganku.
  • kamu orang yang mengamini adanya Allah? kalo ya, sama denganku.
  • kamu orang yang mengamini bahwa Allah adalah sumber segala yang hidup? kalo ya, sama denganku.
  • kamu orang yang percaya akan surga dan neraka? kalo ya, sama denganku.

pertanyaan – pertanyaan di atas seringkali terlontar oleh beberapa karibku manakala mereka mengetahui ketertarikanku pada dunia meditasi dan yoga. mungkin masih banyak lontaran pertanyaan, namun aku hanya hadirkan beberapa saja sebagai contoh.

aku telah jawab semua pertanyaan di atas. mungkin sama dengan jawabanmu. yang membedakan mungkin tingkat pemahaman dan cara memahaminya.

di dalam beragama, aku beranggapan bahwa dengan agama seharusnya manusia harus mampu menjadi manusia seutuhnya dan sebagaimana harusnya, mahluk dengan kasta tertinggi yang berbudi luhur. orang tidak lagi memandang agamaku, namun lebih tertarik dengan apa yang aku lakukan di dalam memahami konsep cinta kasih. mengasihi sesama mahluk hidup. menjaga aliran energi positif di tubuhku.

sebagai sebuah mahluk hidup yang bernama manusia, tentu kita harus selalu sadar akan asal usul kita. kita tidak ada begitu saja. namun tercipta dari rangkaian sistem maha agung yang diciptakan oleh “sesuatu”, sebagian dari kita menyebutnya Allah. keberadaan kita di dunia pasti telah dijadwalkan dan untuk alasan tertentu.

sang pencipta tentu saja mengetahui untuk apa dan kemana kita ini semua. sebagai system integrator, Allah adalah sumber segala yang ada, dari DIA kita berasal dan akan kembali ke DIA.

satu – satunya misi kita di dunia adalah berbuat baik, menjaga aliran energi positif ke seluruh alam raya. membagikan sebanyak mungkin cinta kasih. berbuat baik bukan lantaran iming – iming surga namun karena itulah satu – satunya misi penting kita hidup. surga dan neraka bagiku adalah sebuah keadaan, bukan suatu tempat. apabila kita selalu berbuat baik, hati akan tentram, nyaman. dan orang di sekitar kita akan merasakan juga vibrasi energi positif tadi. mereka otomatis akan merasa nyaman dan aman berada di dekat kita. inilah sesungguhnya surga bagiku. surga dan neraka bukan mengacu pada masa setelah kita mati. surga dan neraka adalah kekinian. kamu bisa merasakan surga dan neraka saat ini. orang – orang di seputarmu akan dapat merasakan surga dan neraka apabila berada di dalam dirimu sekarang ini. jadi marilah kita bagi surga kita ke semua orang saat ini.

jawabanku akan pertanyaan karibku di atas tidak lahir begitu saja. ada pergulatan panjang untuk sampai pada titik sekarang ini. dan tentu saja akan semakin matang seiring dengan perjalanan hidupku.

kembali ke judul tulisan ini, apa kaitan yoga dengan aturan agama? jawabannya singkat, tidak ada!

beberapa bagian latihan yoga akan mengusik ketenangan kaum pintar agamamu. doktrin dan pemaksaan kehendak dari praktik agamamu suatu ketika akan dijungkirbalikkan oleh konsep – konsep spiritualisme di dalam yoga. tanpa adanya suatu pemahaman yang kuat akan konsep ketuhanan, jangan pernah belajar spiritualisme melalui yoga. tetaplah di dalam kotak hitam agamamu. dan janganlah pergi darinya.

sampai hari ini aku tetaplah seorang penganut agama namun sekaligus praktisi yoga. aku telah sampai pada satu titik pemahaman bahwa agama tetaplah agama, dan yoga tetaplah yoga. meskipun banyak aspek di dalam ajaran agamaku menemukan pembenaran di dalam yoga, keduanya tetaplah berbeda.

tertarik belajar yoga? mulailah dengan pranayama.

Iklan