akhir juni ini, setelah 3 bulan proses yang melelahkan, Local Area Network di pabrik baru telah up. terhubung melalui leased line ke seluruh unit usaha seatap. sayangnya komunikasi VoIP belum tersambung akibat tertundanya pembelian mesin pabx.

menggunakan backbone fiber optic 4 core multimode dengan star topology. didukung oleh allied telesyn dan cisco system. meski desain awal network devices menggunakan cisco system berhubung limitasi budget, downgrade ke allied telesyn. cisco hanya untuk router dan seluruh modul serial/wan.

untuk distribusi menggunakan utp cat 5e dari panduit. begitu pula dengan seluruh material terminasi utp, dari patch cord, patch panel, modular outlet, faceplate, konektor rj45, dll. sengaja tidak menggunakan cat 6, selain belum diperlukan sampai 5 tahun ke depan, penggunaan kabel tipe ini berpotensi menambah cost implementasi.

salah satu kesulitan non teknis yang aku dapati adalah menyamakan persepsi dan ekspektasi manajemen dalam kaitannya dengan cost dan benefit dari pembangunan network dan datacenter ini. tentu saja manajemen selalu berpikiran untuk mendapatkan benefit setinggi mungkin dengan cost serendah mungkin. secara teknis, teknologi maju dengan kemampuan segudang sudah hampir pasti musti ditebus dengan duit segudang pula. ini yang perlu didiskusikan.

kesulitan kedua adalah mengajak kerjasama telkom untuk menyediakan leased line ke headquarter kantor kami. meskipun telah diberikan time schedule yang jelas, orang – orang telkom rupanya tidak mengerti apa itu fungsi time schedule. alhasil aku kena teguran keras dari manajemen karena meleset hampir dua bulan dari rencana.

kalau boleh memilih, sebenarnya aku nggak bakalan intim dengan telkom, secara sudah banyak yang ngalamin pahitnya menjalin hubungan dengan mereka. aku lebih suka dengan pihak swasta misal csm, lintasarta, indosat, xl, dan segudang lainnya. kesan profesional sangat terasa saat berhubungan dengan lintasarta atau csm, dua ini yang aku pernah alami.

untunglah semua pahit getir itu telah lewat, tinggal bagaimana mengoptimalkan infrastruktur yang ada untuk mendukung proses bisnis di pabrik ini. ini tentu saja menjadi tantangan selanjutnya.

Iklan