di sebuah negara yang besar, hiduplah sekelompok orang yang menyatakan diri paling benar. anggota kelompok ini sangat banyak, tersebar di seluruh daratan negeri.

kata yang satu kepada yang lain, ingatlah bahwa kita adalah yang terbesar, terkuat, dan paling benar. tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup membinasakan. oleh karena paling benar, semua orang harus turut pada semua kata yang kita keluarkan. demikian kata yang keluar dari setiap mulut kepada telinga yang terbuka lebar.

namun anehnya, si raksasa tidak bisa duduk diam menikmati singgasana. sang raksasa merasa dirinya selalu terancam oleh virus – virus jahat yang berasal dari golongan di luar mereka.

rupanya kebesaran mereka tidak serta merta membuat mereka cukup tahan dari serangan virus. alih – alih duduk diam, mereka selalu berusaha membinasakan vektor virus di sekeliling mereka.

alhasil, di setiap kesempatan berkumpul selalu dikatakan dan disyiarkan bahwa pembawa virus adalah makhluk yang sangat berbahaya oleh karenanya layak untuk dibinasakan selama – lamanya. ingat bahwa kebenaran adalah milik sang raksasa bukan yang lain.

sebenarnya, tidak ada yang perlu ditakutkan. justru sang raksasa yang menebarkan benih ketakutan di dalam pikiran sendiri. sang raksasa sudah sedemikian besar dan kuat. tidak ada yang perlu ditakutkan. lagian harus takut kepada siapa lagi? toh sang raksasa sudah menyatakan diri terbesar, terkuat, dan terbenar.

malahan menjadi aneh tatkala sang raksasa masih merasa takut. apakah ada yang salah dalam diri sang raksasa? raksasa yang paranoid kah? sakit jiwakah?

ah…raksasa yang penakut.

Iklan