masih ingatkan, beberapa waktu terakhir ini banyak nyawa melayang sia – sia karena kecelakaan, entah udara, laut, dan darat. kasus yang terakhir cukup menyesakkan dada, sebuah bis penuh penumpang jatuh ke jurang. dan yang paling heboh, tewasnya selebritis kita taufik savalas.

orang gampang menuduh itu akibat kecerobohan manusia. tapi rasanya tidak sesimpel itu. bagiku kecelakaan – kecelakaan itu diakibatkan oleh setidaknya 3 faktor : manusia, jalan/media, dan alat transportasi itu sendiri. kalau di dalam jargon it, padanannya adalah : brainware, software, dan hardware.

ketiga faktor itu saling terkait. kita boleh punya mobil mewah berteknologi tinggi, mempunyai jalan lebar dan mulus, namun kalo kita sendiri nggak pernah lolos ujian sim, hasilnya pasti kacau. kalau tidak ditabrak orang ya pasti nabrak orang.

brainware memang menjadi faktor pertama. untuk menjalankan mesin, apapun itu, prinsipnya harus punya ijin yang dikaitkan dengan kemampuan diri kita. dan ijin ini sangat spesifik. contoh ekstremnya, seorang pilot f-16 fighting falcon dengan sekian ribu jam terbang  tidak boleh begitu saja menerbangkan boeing 737-400. seorang sopir mobil pribadi yang terbiasa membawa sedan mewah tentu saja akan kelabakan manakala disuruh pegang kemudi truk trailler bermuatan lebih dari 10ton.

parahnya adalah, di negeri ini seluruh urusan berkaitan dengan pengurusan ijin mengemudi moda transportasi apapun, dengan mudah didapatkan selama ada uang. ada yang mau membantah?

kedua, soal media jalan raya. rasanya panjang jalan dan kondisi jalan di negeri ini masih jauh dari memadai. pembangunan yang tidak merata, perawatan yang asal – asalan. lihat saja jalan tol di jakarta. bayarannya selalu naik tidak pernah turun, tapi kondisi jalan makin hancur. seribu alasan bisa dilontarkan oleh jasa marga. namun rakyat rasanya tidak percaya.

ketiga, soal kendaraan itu sendiri. uji kelaikan jalan masih bisa dibeli dengan uang. mekanisme kontrol pesawat terbang masih saja konyol, asal ada uang. yang lebih aneh, jembatan timbang lebih berfungsi sebagai ternak sapi perah. susunya lari ke mana – mana.

balik lagi kuncinya adalah keberanian pemerintah membongkar kebobrokan negeri ini. korupsi, budaya menggampangkan masalah, dan budaya tidak taat hukum.

anda mau berperan? cukuplah dengan cari sim tanpa calo. cukuplah dengan cari ktp urus sendiri. berani?

Iklan