Tag

,

setelah lebih dari 10tahun lupa dengan yang namanya upacara bendera, kemaren aku mengikuti secara aktip, menjadi peserta upacara bendera dalam rangka tujuhbelasan.

datang ke pabrik jam 7.15 memakai baju batik aka pakaian nasional. suasana pabrik memang lain dari biasanya. umbul – umbul dan bendera berkibar di mana – mana. lagu – lagu perjuangan diputar melalui pengeras suara. suasana benar – benar membawa ingatan ke masa – masa sekolah. terakhir upacara bendera brati ya masa sma. bedanya kalo dulu lagu – lagu perjuangan berasal dari kaset pita seluloid usang yang telah termakan head tape, kini lagu – lagu terdengar lebih jernih karena berasal dari format file mp3.

mengucapkan sila – sila pancasila, mendengarkan pembacaan uud’45, pembacaan teks proklamasi, dan pengibaran bendera merah putih. semua merupakan rangkaian acara yang seharusnya memang ditujukan agar kita sebagai peserta upacara dibangkitkan rasa patriotismenya. namun sayang, sebagian besar peserta upacara, di manapun di negeri ini, aku yakin sudah tidak ingat lagi apa itu patriotisme. semua tenggelam kepada urusan, besok makan apa.

kita memang belumlah merdeka. merdeka dari apa? penjajahan terus terjadi, lebih parah kali ini justru dilakukan oleh anak negeri. pejabat kepada rakyatnya. pejabat bukan lagi pengayom rakyat tapi penguasa wilayah. tidak ada lagi budaya malu korupsi. dan korupsi kolusi terus saja terjadi.

dan untuk semua ini kembali aku berduka. iringan gugur bunga yang diperdengarkan bukan lagi untuk nyawa pahlawan revolusi yang telah gugur membela bangsa. namun lebih kepada kesia-siaan jasa mereka yang telah disingkirkan oleh penerus bangsa ini sendiri. penerus negeri yang seharusnya sebagai pembangun negeri nyatanya jadi perusak negeri.

andai saja aku punya kekuatan ekstra untuk bisa merubah semuanya…

Iklan