Tag

,

minggu kedua di bulan kesembilan tahun ini, ummat muslim di seluruh dunia akan memulai salah satu tahapan penting di dalam ajaran agamanya. ritual pembersihan diri dan memulai berpuasa selama sebulan penuh menjelang idul fitri 1428H.

hakekat berpuasa adalah menahan diri dari segala nafsu duniawi. semua agama di indonesia kenal dengan ritual berpuasa ini, meski kadang dalam pengejawantahan yang berbeda. namun memiliki tujuan yang sama.

meskipun jelas-jelas di dalam kitab suci dikatakan apa hakekat puasa ini, sayangnya tidak semua ummat paham betul. atau bahkan berpura-pura paham meski sebenarnya nol besar. ada yang justru memanfaatkan masa penyucian diri ini dengan tindakan semena-mena dengan mengatasnamakan agama. mau bukti?

tidak sanggup melihat kenyataan bahwa tidak semua orang berpuasa. pokoknya semua harus berpuasa! oleh karena itu semua warung makanan harus tutup selama sebulan penuh! ingat bung, ada banyak orang di sekeliling kita yang karena satu dan lain sebab tidak bisa menjalankan ibadah puasa. siapa mereka, silakan tanya ustad ato buka kitabsuci mu. belum lagi adanya kenyataan bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang plural, tidak semuanya moslem. you know this fact?

dengan keharusan bahkan di beberapa daerah didukung dengan perda, doh!, bahwa semua warung makan harus tutup, sungguh sangat disayangkan. bagaimana dengan ajaran kasih yang juga diajarkan dan didengungkan oleh ummat islam? bagaimana caranya pemilik warung memberikan gaji kepada semua karyawannya yang tentu masih butuh duit untuk menyambut lebaran? menurut hukum pasar, masa lebaran ini justru saatnya para pengusaha ukm di beberapa sektor panen rejeki. menabung untuk pemberian thr karyawannya nanti.

hal yang sama berlaku di dunia hiburan. semua warung penyaji hiburan seperti karaoke, diskotik, pub, club, dst harus berhenti beroperasi di bulan ramadhan, minimal dibatasi jam operasinya. doh!

ummat islam adalah mayoritas di negeri ini. statistik bisa membuktikan itu. berdasar ilmu yang sama lebih dari 90% orang di negeri ini akan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. lebih dari 90% orang di negeri ini akan berusaha sekuat tenaga mengekang hawa nafsu dunia, sehingga mereka tidak akan tergoda untuk timbul nafsu makan begitu melihat makanan yang tersaji di warung makan. mereka tidak akan pergi ke tempat hiburan yang menawarkan kemaksiatan duniawi, judi, miras, dst. dengan asumsi yang sama, pengusaha hiburan dan warung makan akan tahu diri untuk mengurangi omsetnya pada saat sebagian besar orang di negeri ini berpuasa. pengusaha hiburan dengan sendirinya akan memendekkan waktu operasi untuk menghemat pengeluaran karena sedikitnya pemasukkan. atau bahkan tutup sama sekali, karena mungkin seluruh karyawannya mendukung langkah ini.

langkah yang seharusnya dilakukan oleh para pengusaha ini adalah langkah normal. berkurangnya demand berarti harus diimbangi dengan dikuranginya supply. tanpa adanya unsur pemaksaan, rasia, perda, mereka toh akan berusaha untuk menyelamatkan kelangsungan hidup usaha mereka. sungguh! coba tanyakan ke mereka yang berprofesi sebagai pengusaha.

namun andai saja para pengusaha itu tetap melihat peluang pasar yang begitu besar, tentu saja mereka akan mengambil kesempatan itu. andai saja masih banyak orang yang tidak menjalankan syariat agamanya, tidak berpuasa, dan tetap nongkrong di warung makan pada saat jam makan siang dan dilanjutkan karaoke plus di malam hari, pengusaha macam mana yang sanggup menolak uang mereka?

akan tetapi kondisi terakhir ini jelas bukan salah para pengusaha. salahkan sodara seiman yang gagal menjalankan ibadah agamanya secara benar. mereka masih butuh bimbingan. silakan arahkan dan bimbing mereka melalui segala cara tapi jangan bunuh para pengusaha itu. ingat ekonomi harus tetap berjalan. ingatlah bahwa kita semua miliki peranan di dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini. jangan berlagak jadi pahlawan, cukuplah jadi pahlawan bagi keluarga dan diri sendiri. kekang hawa nafsumu. itu saja.

aku sendiri terkadang merindukan masa puasa ini. mayoritas lingkunganku tentu saja akan menjalankan ibadah puasa. kalo sore hari tidak ada ibu-ibu di kompleks yang ngerumpi kesana kemari, mereka sibuk menyiapkan hidangan buka puasa. malam harinya tidak ada bapak-bapak yang maen gaple karena mereka tentu saja akan mengikuti tarwih dan kegiatan lain untuk mengisi masa penyucian diri ini.

siang hari, lalu lintas jadi lancar, tidak ada lagi pengendara ugal ugalan, semuanya sibuk menahan hawa nafsu menjadi raja jalanan. sopir angkot menjadi lebih bijak, selalu mepet ke kiri saat ambil penumpang demi kejar setoran. para oknum polisipun tidak lagi maen sempritan dan berlagak bloon saat terima uang sogokan. mereka menjalankan semua peran mereka dengan sempurna. uh alangkah indahnya dunia.

kalo sudah begini, mengapa puasa hanya sebulan saja? tidakkah lebih baik ditambah menjadi sepanjang tahun? mengapa upaya mengekang hawa nafsu hanya ‘pantas’ dilakukan saat puasa?

kamu sendiri siap berpuasa?

Iklan