Tag

,

rasanya pembahasan mengenai agama tidak kenal lelah. banyak sekali artikel bertebaran di internet yang membahas mengenai agama. ada yang mencerahkan namun banyak pula yang menyesatkan.

salah satu yang menyesatkan menulis, semua agama itu sama. walah! tentu saja tiap agama itu berbeda karena berangkat dari iman yang berbeda. memang sih, tujuan agama sama dan satu, menuju kesempurnaan. tapi jalan yang ditempuh tentu saja berbeda, bahkan sangat berbeda dalam banyak hal.

seandainya argumen semua agama sama itu benar, lantas mengapa tercipta banyak agama? bukannya satu adalah cukup, karena toh tidak ada perbedaan. sama means tidak berbeda kan?
lha kalo sudah sama mengapa masih menggunakan nama agama a, agama b, agama c?

setiap agama adalah unik,khas, namun memiliki persamaan. menyembah pada tuhan yang sama. ada yang ditransformasikan sebagai dewa-dewi, ada yang menyebutnya parama purusha, ada yang memanggil alloh, yahwe, isa, dst.

perbedaan-perbedaan yang ada itulah yang seharusnya justru saling melengkapi. namun entah mengapa banyak calo agama yang selalu bilang bahwa hanya agama merekalah yang paling benar, paling hebat, paling kuat, dan agama lain itu sesat, kafir, dan layak dibinasakan.

seharusnya calo agama itu sudah harus tahu bahwa agama adalah cara mengejawantahkan iman atau lebih jauh dogma. dogma adalah ajaran tak terbantahkan dari sebuah agama. dan tentu saja sifatnya take it of leave it.

islam diajarkan untuk tidak memakan daging babi dan anjing. semua yang berkaitan langsung dengan binatang ini haram hukumnya. tapi mengapa agama lain tidak ada aturan ini? apakah lantas islam berhak mengklaim bahwa mereka paling benar? jawaban tololnya sih udah pasti ya. tapi kalo mau kritis, mau belajar, dan mau berbeda pendapat, umat islam akan mengetahui bahwa ternyata di dalam ajaran kristen yang tidak mengharamkan babi dan anjing, mereka mengenal dogma bahwa yang diharamkan itu bukanlah apa yang masuk mulutmu namun apa yang keluar dari mulutmu. secara aku bukan ahli agama, aku hanya bisa bilang maksud ajaran itu adalah orang kristen wajib menjaga martabat dan harkat kemanusiaan mereka dengan menjaga mulutnya dari ucapan yang bisa menyakitkan pihak lain, lebih dari menjaga apa yang mereka makan.

contoh lain, islam melarang untuk mengucapkan selamat natal kepada orang kristen. tapi mengapa orang kristen dengan lancar mengucapkan selamat idul fitri kepada umat islam tanpa takut dosa? bagi islam, mengucapkan selamat kepada orang kristen bisa dikategorikan mengamini ajaran mereka, namun hal ini tidak berlaku bagi orang kristen. kristen mengajarkan welas asih tanpa batas. tanpa batas agama, ras, golongan. jadi orang kristen sejati akan dengan senang hati datang ke masjid dan turut berbahagia merayakan idul fitri bersama sodara-sodara muslim.

jadi sekali lagi dogma akan selalu berbeda, karena berangkat dari masa dan latar belakang yang jauh berbeda. tidak ada lagi gunanya saling dipertentangkan. beriman akan suatu agama berarti mengamini dogma agama itu. lha kalo sudah begini kan jelas tidak ada gunanya untuk saling berdebat? hanya buang energi dan waktu.

jadi sudah jelas kan bahwa agama itu sudah pasti beda? tidak ada gunanya saling mengomentari ajaran agama lain bahkan menjelekan agama lain. lha memang berbeda kok. gitu aja kok repot.

Iklan