Tag

hitungan mundur telah mendekati titik nol, sementara puasa mendekati titik maksimum, masihkah mampu menggapainya? tentunya harus diniatkan. lain kalo yang di atas menghendaki lain. semoga saja tidak.

bagi kamu yang akan kembali ke titik nadir, siapkan hati kalian. niatkan dengan tulus, lupakan segala sesuatu yang menghambat ke arah sana. iri, dengki, kesombongan, nafsu untuk berkuasa, nafsu untuk mendominasi, nafsu untuk mendapat perhatian, dan nafsu membunuh kamu.

ya, tak sadar bahwa ternyata diri ini penuh dengan nafsu dan angkara murka. bahwa ternyata niat untuk menguasai dunia itu tidak jauh dari pikiran ini. meski mungkin bisa berarti kebaikan namun tipis batasnya antar nafsu dengan keinginan tulus sebuah hati yang putih. barangsiapa berhasil mengenali batas keduanya, itulah artinya kemenangan.

banyak yang gagal menggapainya, atau dengan pongah mengatakan pasti bisa mengatasinya, namun hasilnya tidak lebih dari nafsu itu sendiri. lantas apa makna puasa?

sedikit di antara kita yang bisa jujur dengan diri sendiri. mampu dengan ikhlas menerima kekalahan diri. mengakui bahwa ternyata diri ini tidak lebih kotor dari seekor anjing kampung bulukan sekalipun. yang ada hanyalah sebuah topeng malaikat tersenyum meski dibaliknya adalah iblis berhati api.

sebelum terlambat, sampai akhirnya terlupa, inilah saatnya untuk berkaca. melihat diri lebih ke dalam, siapakah sejatinya diriku?

teman, bagi kalian yang akan pulang menuju tanah kelahiran, selamat jalan, hati-hatilah di sepanjang waktu perjalanan kalian. bagi yang membawa kendaraan sendiri, roda dua, roda tiga, roda empat, atau roda enam sekalipun, istirahatlah di ambang titik nadir kesadaranmu. ingat ini bukan slogan yang bisa kalian baca di sepanjang pinggir jalan bikinan beberapa penguasa wilayah. ini adalah nasihat yang sangat manjur untuk membawa kalian selamat sampai di tujuan. istirahat bukan soal kalah menang, tapi lebih kepada upaya untuk menghargai tubuh fisik dan mental kalian yang telah kau paksa sekian jam tanpa henti. jangan lupa kembali lah ke sini dengan tubuh dan pikiran kalian yang jauh lebih segar. aku senantiasa menanti kedatangan (kembali) kalian di sini.

bagi kalian yang tidak ikut arus utama pulang, tetaplah senang, aku bersama kalian. jakarta adalah tempat paling indah selama lebaran. percayalah! bukan sekali ini saja aku bisa khidmat menikmati indahnya jakarta di malam takbiran. justru ini lah saat paling tepat untuk merasakan betapa ramahnya ibu kota negeri ini kepada kita, warganya.

bagi kalian yang tidak sempat lagi mampir dan membaca blog ini, dengan segala kerendahan hati, kukatakan kepadamu : selamat idul fitri 1428H, pastilah mohon ampun kan segala kekhilafan kata-kataku selama ini. semoga tercapai apa yang telah menjadi awal niatan tulus kalian di awal puasa kemaren. semoga tuhan selalu menjaga jalan kalian.

Iklan