Tag

,

tulisan ini sebenarnya diilhami oleh berita tertangkapnya para pengutil gadget penumpang di bandara soekarno hatta yang termuat di sini.

apa yang aku tulis ini merupakan kejadian sebenarnya dan murni pendapat pribadi serta tidak bertendensi apa pun kecuali harapan agar para pengelola bandara waspada terhadap adanya musuh dalam selimut.

waktu itu aku sedang berada di bandara juanda sedang bermaksud check in untuk sebuah flight garuda ke jakarta. biasanya aku hanya membawa tas punggung berisi notebook dan traveler bag ukuran kecil setiap kali trip ke salah satu pabrik kami di jawa timur. tapi kali ini ditambah satu dus aneka snack khas surabaya yang telah di-packing rapi.

mengikuti prosedur standar, aku lewati security gate di mana semua tas harus di-scan. tapi kali ini seorang petugas mengatakan padaku bahwa tidak boleh membawa seluruh tas itu meski sangat ringan dan kecil untuk masuk ke kabin. petugas lainnya mengiyakan. padahal selama ini lolos dan fine saja. para petugas itu ngotot traveler bag musti masuk bagasi dengan alasan setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa 2 barang bawaan. pernyataan yang aneh. setahuku sesuai yang tertulis di tiket, batasan barang bawaan itu bukan pada jumlah tapi berat. kecuali barang – barang tertentu yang dilarang dibawa ke kabin atau bahkan ke bagasi sekalipun, rasanya tidak ada batasan jumlah dan jenis tas yang boleh dibawa masuk kabin. (cmiiw)

yang paling heran, petugas security menyempatkan diri mengikuti diriku saat berada di counter check in dan mengulang perintahnya peryataannya tadi. aku mencoba meminta penjelasan dari petugas check in garuda, dia cuma bilang ada baiknya dituruti. lho?

lantas karena malas berdebat aku naikkan traveler bag ke atas ban berjalan bagasi. tapi wait! aku tukar tas itu dengan dus snack teringat bahwa di dalam traveler bag tersimpan kamera digital, external hardisk, dan bateray charger. ngeri membayangkan kasus hilangnya barang-barang penumpang di bandara terjadi pada diriku. ok masalah selesai.

pada saat menunggu boarding di ruang tunggu, kulihat banyak penumpang yang ternyata membawa barang bawaan lebih dari 2. ada yang seperti diriku 2 bag plus satu dus snack. santai – santai saja tuh.

dari pengamatanku itulah timbul analisisku bahwa kemungkinan besar telah terjadi persekongkolan antara petugas security dengan para porter barang bagasi untuk tujuan mengutil barang – barang berharga yang terdapat di dalam tas penumpang.

para petugas scanner yang dapat mengetahui dengan jelas barang bawaan penumpang mengarahkan agar tas ditaruh di bagasi dan memberikan tanda khusus (entah bagaimana caranya) untuk para pengutil di dalam bandara. selanjutnya tugas eksekutor membongkar, mengambil barang, dan merapikan kembali tas penumpang.

jadi hati – hatilah para calon penumpang pesawat terbang di mana pun anda berada. hati – hati dan waspada sangat diperlukan apabila anda membawa serta barang – barang berharga.

Iklan