Tag

,

dipicu oleh macetnya arus lalin ke arah cikande dari balaraja karena adanya penanaman pipa gas milik pt pgn, hari ini diriku b2w. terpaksa anak-anak berangkat sekolah titipin ama tetangga depan rumah yg anaknya juga satu sekolah dengan anak kami.

berangkat dari rumah 5.30 teng. jalanan masih relatif lengang. kecepatan rata-rata 20km/jam. tiba di cibadak, jalan mulai menanjak pelan tapi pasti. speed turun ke 15km/j sampai 12.5km/j, berusaha genjot konstan di antara speed tersebut. sampai di sini jalanan masih relatif sepi.

memasuki terminal balaraja aka pasar lama, jalan semakin menanjak. untung dengkul sudah terlatih di tanjakan ngehe tigaraksa. genjot konstan. jalan semakin padat. tiba di pertigaan pintu tol balaraja, orang sini menyebutnya lampu merah, meski lampunya sudah hilang entah ke mana, lalin macet total. mobil berderet panjang entah sampai di mana. pengemudi memilih mematikan mesin. rasanya hanya pejalan kaki dan sepeda yang bisa melawati sela-sela deretan mobil karena motor pun musti sabar menanti.

tepat menjelang fly-over tol balaraja, terpaksa ambil jalur kanan, mepet di deretan mobil yang pasrah menanti. di sini kulewati tiga bus karyawan pabrik yang berderet pasrah. setelah tanjakan fly-over, jalan menurun tapi sayangnya tetap harus hati-hati melewati pejalan kaki. sampai di pertigaan masuk areal pabrik, ketemu satpam, rupanya dia nggak mengenali wajahku secara pake kacamata dan helm. waktu aku sapa malah bertanya pak macet gene mau sepedaan kemana? walah!

jalan masuk komplek pabrik adalah turunan panjang. karena sepi, hussar aku biarkan sampe speed tertinggi yang bisa dicapai, lumayan 35km/j. sayang jalannya berlobang di sana sini, jadi kudu tetap waspada.

lewati pos 1 security, kosong, mungkin pada diperbantukan di depan jalan masuk. lewati pos 2, mampir sebentar ngobrol dengan salah seorang security. dari beliau aku dapatkan informasi, galian pipa mungkin baru kelar seminggu lagi yang mana ini berarti kondisi macet total ini akan terus berlangsung seminggu ke depan.

ohya, pak ali, security pos 2 ini awalnya tidak mengenali diriku juga. begitu aku buka helm dan kacamata, dia tersenyum, dan jujur tadi hanya menebak – nebak siapa diriku. memang susah mengenali satu demi satu karyawan pabrik yang lebih dari 3500 orang. dari jumlah itu 100-an orang merupakan karyawan non-produksi alias administrasi (akunting, finance, personalia, umum, dan tentu saja it). aku saja tidak hapal dengan petugas security yang jumlahnya 30-an orang setelah satu tahun kerja di sini.

di pos 2 ini kulihat jam 6.35 . yah jadi jarak 16.5km ditempuh dalam waktu 1 jam 5 menit dipotong ngobrol sama security kurang lebih 5 menitan. tercatat di cyclometer max speed 35km/j, avg speed 22km/j.

sewaktu di parkiran motor, sms masuk, dari salah satu rekan kantor yang tinggal di komplek yang sama, tanya posisiku di mana. kujawab sudah di pabrik sembari menginformasikan kondisi jalan yang macet total. tidak ada pilihan selain sabar dan tabah menghadapi segala rintangan, alaach…

setelah mengamankan sepeda di parkiran, jalan ke guest house, istirahat sebentar dan kemudian mandi dibawah shower, wuiiih…tob markotobs deh. habis itu sarapan setangkup roti ditemani secangkir kopi hangat. setelah menitipkan tas dan helm, kaki terasa ringan melangkah ke ruang kerja.

sampai di desk, nyalain ac, komputer, dan sms istri. “istriku, suamimu sudah sampai dengan selamat di sela – sela lalin yang macet total”. dijawab istriku,”selamat ya suamiku!” tapi tentu saja sms nya nggak sama persis seperti itu sih, diedit dikit biar layak tayang di sini. hehehe.

moral of this story, sepeda tetaplah menjadi solusi untuk lewati jalanan macet, karena bisa dipanggul lewati devider jalan, lewati sela – sela mobil yang rapat berderet. dan tentu saja sehat karena berkeringat di pagi hari.

Iklan