Tag

,

saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, perkenankan dalam kesempatan yang berbahagia ini, aku umumkan kepada semuanya yang hadir di sini, akan kelahiran teman tapi mesra sekaligus selingkuhanku yang baru, the silver_black giant xtc team!

setelah sekian lama hanya berada dalam angan, setelah sekian lama hanyalah khayalan, kini sang mimpi berubah menjadi nyata. hadir dalam sosoknya yang menawan hati. dibalut kulit warna silver dengan sentuhan hitam di beberapa bagian. wuih, sedap dipandang mata. mak cleess rasanya.

spesifikasi detilnya seperti ini :

  • frame : giant XtC team 2007
  • handlebars : kore race
  • stem : kore race kis 80mm
  • fork : rockshox tora 289, travel 85-130mm
  • seat post : kore 6061 i-beam
  • sadle : kore big nose i-beam
  • brake : hayes hfx 9 hd
  • shifter : deore xt’08
  • fd / rd : deore xt’08 with shadow technology rd
  • crankset : deore xt’08 hollowtech II
  • pedals : wellgo
  • cassete : deore xt’07
  • rim : wtb
  • tires : maxxis crossmark 2.10

ide perakitan sepeda ini adalah untuk mendapatkan 2 in 1 mtb, yakni untuk b2w dan xc sekaligus. namun beberapa parts terpaksa tidak terlalu sesuai dengan peruntukan karena baru kosong di pasaran. sebut saja hayes hfx9 yang aku pakai adalah yang seri hd untuk free ride dan downhill, idealnya menggunakan seri xc. untung saja ada sedikit trik untuk mengakalinya, rotor bawaan hfx9-hd yang 8″ ditukar dengan rotor 6″ punya xc. beres sudah.

my_giantprofile ban maxxis cross mark sebenarnya juga tidak terlalu tepat untuk on-road. sayang sekali ban dengan ukuran lebih kecil dan profile yang ramah on-road sedang susah didapat. pemilihan cross mark ini juga masih coba – coba, semoga tetap nyaman di jalur off road dan on road.

meskipun sama – sama di genre crosscountry, rasanya penggunaan fork sekelas rockshox reba, recon, atau sid jauh lebih nyaman karena relatif lebih ringan dibandingkan dengan tora 289. rs tora berbobot lebih dari 2 kg, sedangkan reba, recon, sid rata-rata di bawah 2 kg. namun tentu saja kenyamanan itu berbanding lurus dengan jumlah duit yang harus dikeluarkan. jadi ya harus puas dulu dengan si tora sudiro ini.

handlebars dipilih yang sedikit rise agar badan tidak terlalu membungkuk, sama seperti hussarku dulu. rise handlebars bagiku lebih nyaman dibanding flat.

pemilihan rd xt shadow lebih dikarenakan keberuntungan saja. awalnya aku telah siapkan rd dan fd lx 2007, namun sesampai di toko ada tawaran tukar tambah yang menarik hati. singkatnya racun boss edi formula bekerja dengan sangat baik. jadilah kulepas lx dan digantikan xt 2008 yang mengusung teknologi shadow.

menurut produsenya rd xt shadow ini diciptakan untuk para biker yang lebih aggressive atau dalam bahasa belandanya : pecicilan. desain rd yang tidak lagi membolehkan pulley bergerak liar hingga menyebabkan rantai beradu dengan chainstay diklaim akan memberikan performance yang lebih baik. berikut kutipan dari shimano :

Deore XT “SHIMANO SHADOW RD” : low profile design intended for more aggressive riding. Quiet : will not contact chain stay. Super low profile design carries many benefits. Because of its low profile and single tension construction, no hit to chain stay in rough riding conditions.The result is smooth and silent performance.

lantas berapa duit yang harus terkuras untuk menebus itu semua? kalo beli sekaligus aka fullbike sih barangkali terasa mahal, namun karena kulakukan dengan menabung kepeng demi kepeng dan membeli parts demi parts selama tidak kurang 6 bulan terakhir jadi tidak terasa memberatkan. selain itu kalau beli fullbike sekaligus bisa terjadi perang dengan menteri negara lantas “diembargo” bisa gawat kan! resepnya : no pain no debt no war, peace man!

Iklan