Tag

, ,

judul di atas sengaja dibuat semirip mungkin dengan salah satu lagu iwan fals di tahun 90-an. tentu saja tidak untuk memperolok iwan fals, tapi memang artikel ini melibatkan 3 obyek utama. aku sendiri sebagai peran utama sekaligus penulis, istriku sebagai peran pembantu sekaligus sutradara, dan sepeda mtbku sebagai obyek penderita.

bagi para penggila sepeda mtb yang telah berkeluarga rata – rata akan mengalami kendala atau bahkan prahara rumah tangga saat bermaksud menghadirkan hobi bersepeda ini. meski niatnya suci dan idealisme setinggi langit namun seringkali istri tidak kunjung mengerti dan ujung-ujungnya melakukan embargo atas apa saja yang bisa dijadikan kartu truf.

mengapa istri bisa bersikap seperti itu? tentu saja wajar karena sekali anda keracunan mtb, neraca keuangan rumah tangga bisa goyah dan waktu kebersamaan di dalam keluarga bisa berkurang bahkan kacau. singkatnya istri menganggap bahwa kehadiran sebuah sepeda ibarat adanya pihak ketiga. untuk bisa mengatasi ini tentu dibutuhkan usaha keras dan doa yang tiada pernah putus serta mimpi yang tiada pernah berhenti.

usaha pertama, usahakan jangan mengambil utang hanya untuk membeli sepeda. utang apalagi menggunakan kartu kredit sangat berpotensi mengganggu stabilitas keuangan keluarga. kecuali ada penawaran utang tanpa bunga seperti produk beberapa bank penerbit kartu kredit di negeri ini. cara terbaik adalah menabung dengan cara menyisihkan uang jajan dan atau berhenti merokok. atau kalau beruntung cari teman yang berhobi sama yang berniat menjual sepeda dengan harga murah dan bisa dicicil pembayarannya. atau bisa juga dengan cara mencicil membeli parts per parts.

usaha kedua, beri informasi yang berimbang kepada istri mengenai manfaat bersepeda bagi kesehatan dan adanya issue global warming. selama diberikan dengan penuh ketekunan dan menarik, niscaya tingkat kepercayaan istri kepada “saingan” akan semakin meningkat. ingat istilah tak kenal maka tak sayang.

lantas apa sih manfaat bersepeda bagi kita? apabila dilakukan dengan benar dan rutin, bersepeda jelas sanggup meningkatkan volume udara di dalam paru – paru. tekanan darah menjadi terkontrol dan vitalitas meningkat. bersepeda memang tidak akan membentuk tubuh menjadi kekar berotot bagaikan binaragawan namun sanggup membakar lemak yang berpotensi menjadi penyebab stroke. kalau nggak percaya coba tanyakan kepada abang penjual somay keliling itu dokter ahli kebugaran.

ketiga, setiap kali bersepeda ke luar kota pastikan bahwa anda bisa mengajak serta keluarga dan di lokasi terdapat fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan untuk anak serta istri membunuh waktu. beberapa senior mtb bahkan rela membooking sebuah kamar hotel selama mengikuti sebuah event mtb. selama kegiatan, anak istri bisa jalan – jalan ke manapun yang disuka.

keempat, beri pengertian kepada pasangan bahwa bergaul serta berintim dengan sepeda ini justru memberikan manfaat positif dibanding bergaul dengan wanita lain. artinya lebih baik suami asyik dengan sepedanya dibanding asyik dengan wanita lain bukan? lebih baik duit untuk beli parts sepeda dibanding habis buat istri muda atau pacar baru kan?

kelima, berbohong kadang diperlukan untuk situasi tertentu. misalkan saja harga parts 500rb tapi bilang ke istri 150rb. tapi jangan keterusan berbohong. alih – alih istri percaya, malahan justru timbul mosi tidak percaya seumur hidup bisa gawat.

keenam, jangan terlalu mengumbar nafsu untuk selalu mengupgrade komponen atau beli sepeda baru. nikmatilah apa yang ada, tunggulah waktu yang tepat. tepat dari sisi keuangan dan situasi keluarga. dan jangan hiraukan racun yang ditebar oleh komunitas pesepeda anda. ingat selalu bahwa keinginan manusia itu tiada berbatas.

nah rasanya keenam usaha keras di atas cukuplah menjadi pedoman membawa sepeda ke dalam kehidupan berkeluarga anda. ajak anak dan istri terlibat penuh. syukur kalau istri justru berbalik mendukung dan mau bersepeda bersama dengan anak- anak.

ide menuliskan ini karena berdasarkan pengalamanku dan teman – teman komunitas pesepeda di manapun yang aku kenal banyak yang mengalami hal yang sama. kesulitan untuk berintim bersama sepeda tanpa meninggalkan keintiman dengan sang istri dan anak anak.

selamat bermesraan dengan selingkuhan baru!

Iklan