maaf kalau di antara anda datang ke sini karena nyasar selagi mencari berita meninggalnya istri hidayat nurwahid, ketua mpr ri dan sekaligus penggede pks. artikel ini hanyalah akibat keprihatinanku membaca berita di detiknews.

Kabar Ketua MPR Hidayat Nurwahid tengah berduka datang begitu mendadak dan mengagetkan. Para politisi pun berbondong – bondong melayat. Namun tiket pesawat menjadi kendala.

sekilas cuplikan berita di atas adalah wajar saja. namun coba perhatikan kalimat pertama. penggunaan kata “mendadak dan mengagetkan” aku rasa terlalu dipaksakan. mana ada sih peristiwa kematian yang tidak mendadak dan mengagetkan? mana ada manusia di dunia ini yang tahu bakal mati? atau tahu dengan pasti kapan seseorang akan mati?

pastilah setiap peristiwa kematian itu, apapun sebabnya, adalah mendadak dan mengagetkan. dan aku jadi teringat lelucon masa kecil kami :

“sudah dengar kabar kalau bu lurah tadi pagi meninggal dunia?”, kata seseorang padaku.

“hah? sakit atau karena apa?”, tanyaku.

“dengar-dengar karena sakit jantung”

“wah tumben meninggal! biasanya kan belum pernah meninggal!”, kataku sembari ngabur secepat mungkin.

kembali ke topik. menurutku berita itu tidak layak menjadi sebuah berita. karena tidak ada sesuatu yang baru yang bisa disampaikan ke pembaca. akan lebih menarik manakala para politisi se-geng pak hidayat itu mencarter pesawat barengan untuk melayat. atau ada maskapi penerbangan yang menawarkan kemudahan kepada para politisi itu.

kok lama – lama detik.com layaknya sebuah blog ya, di mana wartawannya boleh menulis apa saja tanpa melalui editing yang ketat. hmmm.

Iklan