Tag

,

di masa kecilku, masih teringat iring – iringan para komuter pekerja yang menunggang sepeda onthel mereka. pada umumnya mereka tinggal di desa – desa seputar kotamadya yang mencari kerja ke kota. ada yang menjadi pekerja musiman, yang berarti mereka hanya “ngantor” tatkala di desa tidak sedang musim tanam. namun tidak sedikit di antara mereka yang memang sehari – hari berkantor di kota. semuanya rame – rame berkendara membentuk kelompok – kelompok kecil yang seolah tiada terputus. suasana jalan hiruk pikuk oleh lalu lalang sepeda lengkap dengan bunyi khas belnya, kringkring.

sayang sekali pemandangan itu semakin langka. lalu lalang sepeda tergantikan oleh kendaraan bermotor yang menyesakkan telinga dan hidung. mengapa bisa begitu ya?

dalam pandanganku, maraknya kehadiran kendaraan bermotor khususnya sepeda motor yang menggantikan sepeda, pada dasarnya akibat pemerintah kita terlalu asyik berintim dengan industri motor. industri sepeda motor seakan menemukan tempatnya di bumi pertiwi ini. puluhan ribu motor terjual setiap hari di seluruh pelosok negeri.

selain itu, mental masyarakat kita memang rada aneh. orang bersepeda diidentikkan dengan kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakmampuan. jadi kalau tidak mau disebut demikian satu – satunya jalan tinggalkan sepeda dan beli sepeda motor bahkan kalau perlu mobil.

negara sebagai pengayom rakyat rupanya membiarkan iklim seperti di atas terus bertumbuh. aku sendiri sampai menjelang kuliah masih ikut mainstream bahwa bersepeda ke tempat aktifitas adalah ketinggalan jaman dan norak.

sedikit cerita, pada saat pertama kali melakukan b2w, beberapa rekan kerja tidak percaya bahwa aku benar – benar menggunakan sepeda dari rumah ke kantor. ketidakpercayaan mereka bisa jadi karena sehari – hari aku menggunakan mobil dinas, nyaman, bbm dibayarin, servis ditanggung kantor. kurang apa lagi? bagaimana mungkin aku mau untuk bersusah payah dan seolah – olah menyejajarkan diri dengan para pekerja production floor yang bergaji umr.

mengubah mainstream masyarakat kita yang telah tertanam puluhan tahun memang bukan pekerjaan mudah. dengan ber b2w rutin, mengenalkan kegiatan bersepeda kepada lingkungan sekitar kita, pelan tapi pasti, pandangan negatif masyarakat terhadap sepeda akan semakin hilang.

apabila animo masyarakat terhadap sepeda semakin meningkat, sudah pasti industri sepeda di tanah air juga akan bergairah. meskipun saat ini para pelaku industri telah mengapalkan berbagai frame sepeda kelas dunia ke amerika dan eropa, apabila gairah pasar dalam negeri meningkat, pasti mereka akan lebih memilih memperbanyak produk untuk pasar dalam negeri.

akhirnya, suatu hari nanti, jalan – jalan protokol ibukota akan diramaikan oleh bunyi bel sepeda memecah kesunyian pagi yang sejuk dan segar. sopir metromini memilih menggantikan kendaraannya dengan bus berbahan bakar gas, karena trend mass rapid transport sudah tampak di depan mata.

Iklan