Tag

, , ,

ternyata safety riding course itu tidak melulu untuk mereka yang telah gede. anak-anak yang baru belajar naek sepeda, dari usia 4 – 10an tahun lebih memerlukan tips dan panduan singkat safety riding. bagaimana bersepeda yang benar, aman, dan nyaman.

pada acara perkemahan anak-anak di perumahan kami, sabtu dan minggu lalu, panitia meminta diriku untuk memberikan kursus singkat safety riding ini. walah! ini tantangan terbesar sebagai seorang kompor nih! bagaimana caranya memberikan pelatihan yang menarik dan tidak membosankan kepada anak-anak usia sd dan beberapa diantaranya bahkan masih duduk di bangku tk. otakku berputar.

setelah diskusi dengan para genjoter yang lain, diambil kesimpulan, materi harus praktis, banyak praktik, dan disampaikan secara interaktif. sempat terpikir mengundang rekan-rekan genjoter senior untuk memperlihatkan teknik-teknik atraksi seperti bunnyhoop, trackstand, jumping, dsb. namun berhubung waktu yang sangat mepet, kurang dari seminggu, terpaksa dibatalkan. cukup praktik sederhana dari sesama genjoter kompleks.

sabtu, 5 juli 08, jam 16.30, dimulaikan acara itu. kurang lebih 65 anak berkumpul. acara kuawali dengan beberapa pertanyaan, siapa yang punya sepeda, apakah di antara mereka ada yang naik sekolah bersepeda, apakah ada di antara mereka yang punya helm. setelah itu kukenalkan bagian per bagian sepeda, tips merawat sepeda seperti mencuci dan memberikan pelumas. baru setelah itu kuberikan sedikit muatan etika bersepeda di jalan raya, misalnya cara berbelok, cara menyeberang, cara parkir. sebelumnya kuberikan contoh juga bagaimana cara memegang handlebar dan menarik tuas rem, dua hal yang utama. tak lupa kuselipkan penggunaan helm yang wajib hukumnya, dan optional penggunaan gloves serta kacamata.

tidak mudah mengajak anak-anak itu mengikuti seluruh materi. ada yang asyik sendiri namun ada juga yang setia mengikuti seluruh materi dengan harapan bisa menjawab kuis yang akan kuberikan di akhir acara.

meski tidak sempura, materi dapat tuntas kusampaikan. dari 5 pertanyaan yang kuberikan, hanya satu yang gagal dijawab oleh anak-anak itu. alhasil pertanyaan terakhir kujawab sendiri sembari memberikan hadiah terakhir ke anak yang beruntung melalui pengundian.

Iklan