Tag

,

persoalan cinta rupanya memang tidak sesederhana seperti yang sering diucapkan orang. cinta tidak hanya masalah antar remaja namun juga merambah ke semua manusia dari segala jenjang usia. karena memang GUSTI memberikan rasa cinta itu agar kita manusia bisa saling menjaga.

persoalan cinta inilah yang akhir – akhir ini membelenggu kami, diriku, keluarga kecilku, dan keluarga besar kami.

kami tumbuh dan berkembang dari sebuah keluarga yang menurutku sangat menjunjung tinggi sikap santun, menghargai kejujuran, kerja keras, dan mengedepankan cinta kasih. nilai – nilai moral ini yang kemudian turut membentuk karakater kami masing – masing.

kami memiliki adik bungsu perempuan. akhir bulan juli kemarin dia meminta ijin kepada kami semua, kakaknya, untuk menikah dengan pemuda pilihannya sesegera mungkin. alasannya adalah faktor umur mereka berdua dan kenyataan bahwa si pemuda harus kembali ke daerah asalnya. tempat tinggal si pemuda kebetulan berada ribuan kilometer menyeberang pulau jawa. tidak mudah dijangkau bahkan dengan pesawat sekalipun.

tiada satupun dari kami, kakaknya, yang dengan senang hati langsung mengiyakannya. seribu alasan diungkapkan, dari masalah pendidikan si pemuda yang putus sekolah, hubungan si pemuda yang tidak bagus dengan ibu kami, sampai ke alasan paling dasar, kenyataan bahwa mereka berdua belum punya pekerjaan tetap.

sebenarnya, jauh dalam lubuk hati kami, kami merasa tidak siap berpisah dengan adik kami. cinta yang mendalam yang terbina selama ini rasanya membuat kami semua termasuk ibu kami tidak siap melepas sang adik pergi jauh ke negeri asing yang kami sendiri tidak tahu bagaimana kondisinya. seribu alasan rasional yang kami ungkapkan sejatinya adalah manifestasi sikap irrasional cinta kami.

namun apakah ini adil bagi adik kami? apakah dia bisa memilih harus jatuh cinta kepada siapa? kami tidak berani menjawabnya. sebab pada dasarnya kami semua tahu, bahwa kami tidak bersikap adil padanya.

seharusnya kami tidak dibutakan oleh rasa cinta, rasa saling memiliki. seharusnya kami justru harus mengesampingkan pikiran – pikiran negatif atas nasib adik kami. biarlah GUSTI yang membimbing dan melindungi mereka berdua. biarlah mereka berdua melenggang merajut benang kehidupan mereka dengan restu kami semua.

sungguh cinta ini memang membutakan kami. kalau boleh memilih, aku pasti tidak akan memilih memiliki rasa itu. tapi tentu saja tak mungkin. tanpa cinta kita ini bukan manusia.

adikku, selamat jalan. yakinlah dengan masa depanmu. genggam erat impianmu. raihlah masa depanmu. kami semua sayang padamu. kini dan juga nanti, meski jarak akan memisahkan kita, selamanya.

Iklan