Tag

, ,

sebuah berita menarik kudapat dari kompas. yang menarik perhatianku adalah rasanya baru kali ini pejabat pemerintah yang ngomong soal pendidikan anak dikaitkan dengan issue polusi dan kemacetan. dan lebih terhenyak lagi tatkala membaca bahwa mereka, pemkot jogja, bukan lagi hanya berwacana tapi sudah melangkah ke karya nyata. berita lengkap ada di sini.

coba baca kutipan ini :

Walau Yogyakarta belum memiliki sarana dan prasarana bagi pengendara sepeda, Herry berharap Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe)- program Pemkot Yogyakarta-agar sepeda dipakai sekolah dan bekerja yang diluncurkan Senin kemarin-mesti didukung banyak pihak. Suara pesimistis harus disingkirkan. Saatnya berpikir optimitis.

artinya pemkot jogja sudah melangkah lebih maju dibanding kota atau propinsi lain. sedangkan yang lain masih sebatas gerakan moral atau bahkan masih menggunakan bahasa “akan”. dengan kata lain jogja memang lebih serius menata kotanya.

sekarang baca ini :

Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menegaskan bahwa orang tua berperan mengenalkan anaknya pada sepeda. Anak jangan dimanja dengan motor dan mobil. Kalau dimanja, anak bakal kesulitan membentuk karakter hemat, tangguh, sederhana, serta mandiri.

dan ini :

Bagi Herry, keterlaluan jika anak SMA sudah dibelikan mobil pribadi, atau anak SMP dibelikan motor. Itu membius anak seolah-olah keberhasilan orang tuanya identik dengan kesuksesan dirinya. Sekolah bukan ajang lomba penampilan, ucapnya, Selasa (14/10).

kudukung sejuta persen tuh kata-kata pak wali. trend di kalangan orangtua sekarang, begitu anak sudah bisa lari – lari tanpa jatuh atau menabrak, saat itu juga dikenalkan dengan motor. diajarin cara naik motor tepatnya. maka lazim kita jumpai, terutama di kampung atau kompleks perumahan, anak berseragam sd sudah ngacir pake motor kreditan.

aku sungguh kasihan dengan mereka ini. baik orang tua maupun anaknya. konsumerisme dan hedonisme dirayakan dengan megah tanpa berpikir lagi apa dampaknya bagi anak sendiri maupun orang lain.

andai saja para orang tua sanggup dan mau mengerti bahwa pemberian fasilitas motor atau mobil untuk ke sekolah itu lebih banyak negatifnya dibanding positif, tentu udara kota jadi lebih segar dan bisa mengurangi jumlah kendaraan bermotor di jalan.

ayo nih para pejabat, contohlah walikota jogja.

Iklan