Tag

, ,

melanjutkan bahasan dari jenis mtb, aku coba gambarkan beberapa perbedaan antar setiap jenis mtb. perkembangan teknologi baik penggunaan material atau pun teknik pembuatan sepeda memiliki konsekuensi pada harga setiap sepeda keluaran terbaru. jangan kaget kalo harga sebuah mtb bisa melebihi sebuah harga sepeda motor terbaru. atau bahkan sama dengan harga sebuah motor gede.

sepeda cross country (xc), ciri khas sepeda ini adalah ringan. materi pembuatannya biasanya dari bahan yang super ringan namun cukXtC-Alliance-White_Compositeup kuat. kebanyakan memang berupa sepeda hardtail alias tanpa rear suspensi. namun sekarang sepeda – sepeda highend xc justru fullsus alias full suspensi (depan dan belakang). ciri khas lainnya adalah travel suspensi depan maksimum 100mm, travel suspensi belakang 3″- 4″, kedua suspensi bisa di-lock untuk penggunaan di jalan datar. menggunakan ban ukuran 1.9 – 2.10.  frame xc ini memiliki head angle tegak agar mudah handlingnya di tanjakan. handlebars flat atau low rise dan kadang dipasang bar-end (tanduk). seat post dipasang tinggi. menggunakan stem antara 6 – 11cm.

sepeda all mountain (am), ini sepeda wajib fullsus, travel 5″-6″m. fork bertravel adjust 80 – 130mm agar bisa menyesuaikan medan. biasanya menggunakan type qReign-0-Brushed-Silveruick release seat clamp agar mudah mengatur ketinggian seat post disesuaikan dengan medan. menggunakan ban berukuran 2.10 – 2.30 dan memiliki thread all terrain. panjang stem 4-5cm. beberapa parts kadang juga masih cukup ringan seperti halnya di sepeda xc.

sepeda free ride (fr), sepeda fullsus dengan travel 6″ – Glory-0-Grey-Ano8″. ciri khususnya adalah menggunakan dual chainring dengan bash guard agar rantai tidak melompat keluar dari gear. sepeda ini cukup kuat dan tangguh mengingat harus tahan di-abuse di drop 0ff.

sepeda downhill (dh), secara fisik sangat mirip dengan sepeda fr kecuali head angle yang lebih kecil, sehingga terlihat lebih rebah. geometri ini sangat menguntungkan untuGlory-DHk handling di turunan dengan kecepatan tinggi. ciri lain adalah penggunaan single chainring dengan chain guide. handlebars yang dipergunakan adalah yang lebar dan low rise. ban menggunakan ukuran 2.35 ke atas dengan thread yang disesuaikan dengan lintasan. sepeda dh wajib menggunakan rem cakram (discbrake) dengan ukuran rotor 7″ – 8″ atau kombinasi keduanya. fork bertravel di atas 140mm dan biasanya double crown.

sepeda dirt jump (dj), sepeda dj pada umumnya hardtail dan sangat sloping. frame nya harus kuat. fork menggunakan travel 80mm atBrass-1-Grayau 100mm dan di set keras. menggunakan single speed. ban semi slick atau slick dengan ukuran 2.30. ciri khusus lain adalah pemasangan sadle yang sangat rendah. biasanya hanya menggunakan rem belakang.

di atas itu adalah patokan umum yang dipergunakan. kadang seorang pesepeda menggabungkan dua genre sepeda menjadi satu untuk mendapatkan sepeda yang sesuai dengan riding style bersangkutan. tentu saja itu bukan bentuk kejahatan. sah saja dilakukan. yang terpenting adalah selalu utamakan faktor keselamatan.

*all photos taken from http://www.giant-bicycles.com/en-US/bikes/mountain/

Iklan