Tag

, ,

suatu ketika, masuk sebuah pesan dari seorang kawan di inbox fb-ku. isinya berita tentang seorang anak yang mati akibat memakan kangkung yang di dalamnya hidup seekor lintah. pada kesempatan pertama, begitu membacanya aku pun memberikan komentar bahwa itu berita bohong, benar – benar sebuah hoax. rupanya sang kawan tidak begitu suka membaca komentarku, terlihat dari reaksi dia yang seolah – olah membela diri. sejujurnya aku kaget dengan reaksi dia yang berdalih bahwa kangkung memang kotor dan mungkin saja hidup lintah di sela – sela batang kangkung. baginya tidak ada salahnya mengingatkan kawan – kawan akan bahaya ini.

bagiku jelas, hoax adalah hoax. tidak ada manfaatnya sama sekali meneruskan berita bohong ini ke kawan – kawan dengan dalih apapun. apabila kita mendapatkan suatu email atau pesan dalam bentuk apapun, segera cek kebenarannya sebelum meneruskan kepada orang lain. mesin pencari internet adalah kawan setiaku saat mencari informasi mengenai apapun. cukup ketikkan sedikit isi dari pesan tersebut, gotcha! muncullah ratusan hingga ribuan artikel/web yang memuat isinya.

maksud baik menolong atau pun memberitahu teman akan bahaya sesuatu tidak sama dengan menyebarkan hoax. justru dengan menyebarkan hoax berarti kita telah turut serta mengotori internet dan pikiran teman kita akan berita bohong. artinya niat baik kita justru ternodai oleh hoax. masih beruntung seandainya teman kita tahu bahwa apa yang kita kirimkan adalah hoax sehingga bisa memberikan bantahan atau pun klarifikasi disertai referensi yang relevan dari website yang kredibel.

sebenarnya apa sih kerugian kita ikut serta sebagai agen hoax? yang paling gampang adalah anda akan dipertanyakan kredibilitasnya sebagai orang yang melek informasi. yang kedua, anda turut serta menjejali internet, dalam hal ini bandwidth anda dengan informasi sampah. yang ketiga anda ikut bertanggungjawab secara moral terhadap teman yang telah anda kirimi hoax apabila mereka percaya anda.

lantas apa langkah yang bisa kita ambil seandainya kita tanpa sengaja telah meneruskan hoax? atau dengan kata lain bagaimana jika kita sendiri terlambat mengetahuinya? gampang saja. cukup kirimkan permintaan maaf kepada semua orang yang telah anda kirimi hoax dan disertai bukti bahwa itu adalah hoax. bagaimana kalau seandainya anda memposting sebuah hoax di blog atau wall fb? cukup hapus hoax tersebut dan ganti segera dengan permintaan maaf. cukup mudah bukan?

anda ingin belajar tentang seluk beluk hoax? berterimakasihlah pada paman google, dengan sekali tekan tombol enter, aku dapatkan beberapa website yang cukup lengkap mengulas seluk beluk hoax. anda bisa dapatkan di sini, sini, sini, serta sini. sebenarnya masih banyak website yang bisa dibaca. tapi 4 web itu sudah cukup mewakili.

mari kita hentikan penyebaran hoax cukup dengan tidak meneruskan hoax yang telah kita terima! sekali lagi, jangan jadi agen hoax.