Tag

, ,

meskipun gerakan moral b2w-indonesia sudah memulai langkahnya sejak 6 tahun silam, namun aku rasa gaungnya masih belum menyentuh segala lapisan masyarakat. benar bahwa jumlah pesepeda semakin meningkat dari hari ke hari, toko-toko sepeda tumbuh bak jamur di musim hujan, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ratusan juta, tentu saja jumlahnya masih terlalu kecil.

selama ini rekan-rekan yang tergabung dalam kepengurusan b2w-indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah, sudah melakukan langkah-langkah yang benar untuk memasyarakatkan gerakan bersepeda. lantas mengapa pertambahan jumlah pesepeda masih sangat minim?  jadi apa sebenarnya yang kurang menyentuh minat masyarakat untuk dengan sadar memulai bersepeda?sekian tahun pengamatanku, sejak aku mengenal sepeda dan melakukan b2w, terlihat bahwa kebanyakan masyarakat menganggap bahwa bersepeda hanyalah hobi orang-orang tertentu. ada juga yang menganggap bahwa bersepeda adalah gaya hidup baru masyarakat urban. hanya sedikit yang mampu mengaitkan gerakan bersepeda ini dengan issue-issue internasional tentang ancaman pemanasan global, kelangkaan bbm serta kemacetan lalu lintas.

tiga issue tersebut di atas adalah issue global, artinya semua negara berkembang dan negara maju PASTI mengalaminya. hanya di negeri tercinta indonesia ini yang masyarakatnya tidak peduli terhadap ketiga issue tadi. meskipun setiap hari bisa membaca kabar soal kelangkaan bbm, kemacetan lalu lintas, dan mungkin juga cuaca yang sudah berubah menjadi ekstrem, namun masyarakat masih tidak percaya bahwa itu adalah sebuah masalah besar.

lantas strategi apa yang bisa dilakukan untuk lebih memasyarakatkan sepeda? pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus aktif mendukung dan ikut mempromosikan sepeda sebagai alat transportasi masyarakat yang ramah lingkungan. apa bentuknya? iklan layanan masyarakat di semua televisi dan radio, spanduk, serta media promosi apapun yang mungkin. selain itu, pemerintah bisa membantu menggenjot produksi sepeda nasional agar menjadi tuan di negeri sendiri (antara lain) dengan komponen perpajakan dan kebijakan import bahan baku yang berpihak pada industri sepeda dalam negeri.

langkah-langkah kongkrit di atas harus konsisten dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah. sementara itu, bagi daerah yang memiliki dana, bisa memulai membuat fasilitas umum bagi pesepeda. misalnya jalur khusus sepeda (bike lane), rambu-rambu pesepeda, tempat parkir yang aman, kendaraan umum yang ramah terhadap pesepeda.

indonesia adalah negeri lucu di mana kebanyakan rakyatnya hanya bisa teriak tanda protes tapi miskin tindakan. rakyat yang kebetulan berkesempatan menjadi pejabat pun tak kalah norak. hanya pandai beretorika sampai berbusa mulutnya. oleh karena itu, tanpa adanya unsur pemaksaan dari pemerintah sendiri, misalnya dengan perda, sangat sulit mengubah kebiasaan orang indonesia untuk bersama-sama meninggalkan kendaraan bermotor di rumah dan pergi dengan mengendarai sepeda.

aku sangat prihatin, setelah sekian tahun melakukan b2w, teman-teman kantor masih menganggap bahwa aku sedang melakukan kegiatan 2-in-1, yaitu olahraga sekaligus ke kantor. tidak ada satupun yang menganggap aku bersepeda karena memang harus segera bersepeda.

lebih prihatin lagi ketika menyaksikan masih banyak masyarakat kita yang pergi ke warung sebelah rumah harus membakar bbm yang semakin langka. mengapa tidak dari sekarang bersepeda? jangan terlalu lama berada di zona nyaman, sebab itu akan melenakan kita.