Tag

, , , ,

setiap kali memasuki bulan ramadan, tren pencurian sepeda meningkat pesat. sebenarnya secara umum memang tren pencurian meningkat, hanya saja karena mencuri sepeda relatif lebih mudah dibanding mencuri motor ataupun mobil, maka sangat jamak kita baca laporan pencurian sepeda di media daring.

modus operandi yang sekarang lagi ngetren adalah pencuri berpura-pura menjadi rider. mereka ini bermodalkan helm standar sepeda, jersey, kaus tangan, dan tak ketinggalan kacamata. pencurian tidak mengenal waktu, bisa siang bolong atau pun subuh sehabis waktu sahur.

kejadian terakhir kebetulan menimpa seorang kenalanku, dia tinggal satu komplek perumahan namun beda cluster. yang mengherankan adalah cluster tempat tinggalnya itu dijaga 24jam non-stop oleh petugas sekuriti dan terdapat kamera cctv di beberapa titik gang serta pagar komplek. ditambah bahwa setiap tamu harus meninggalkan identitas diri sebelum diperbolehkan masuk. barang yang diambil adalah sebuah mtb merk nasional yang cukup dikenal.

pada jam 5 lebih 15 menit, seseorang pesepeda berpakaian lengkap tampak menggowes ringan sepedanya menuju pintu gerbang kompleks yang dijaga satpam. dengan ramah rider tersebut menyapa petugas dan petugas pun membalas dengan ramah sembari basa – basi bertanya, tumben pagi – pagi amat sepedaannya. dijawab bahwa memang ada janjian dengan pesepeda lainnya.

jam 8 kurang sedikit, tergopoh – gopoh datang seseorang lelaki yang tampak kebingungan menuju pos satpam. rupanya inilah lelaki yang empunya sepeda mtb tadi. lalu siapa rider misterius tadi? dialah sang maling profesional. lalu diputarlah rekaman cctv dan tampaklah kejadian yang aku tuliskan di atas.

pada akhirnya, sampai detik ini tidak ditemukan jejak apapun yang mengarah kepada tersangka. tetangga malang itu pun enggan untuk melaporkan kepada kepolisian. mungkin takut terkena “tulah” lapor kehilangan kambing malah jadi kehilangan kerbau.

rupanya si pencuri sadar ada beberapa titik kamera cctv sehingga detail wajahnya tidak pernah terekam kamera. hanya tampak helm yang dikenakannya. saat dia beraksi pun tidak terekam kamera karena memang sudah berada di luar jangkauan kamera pengawas.

beberapa kejanggalan terungkap, di antaranya yang paling penting adalah darimana si pencuri masuk kompleks? apakah ada yang membantu memasukkannya dengan identitas orang lain lalu ditinggal di dalam kompleks sampai waktu subuh tiba? ataukah dia memanjat tembok komplek setinggi 2.5meter? ataukah dia masuk dari danau samping kompleks menggunakan rakit? tak terjawab sampai sekarang.

pelajaran yang bisa kita ambil adalah tetap berhati – hati di mana pun kita berada. kita sama – sama belajar bahwa tempat paling aman bagi pencuri adalah tempat yang dirasakan paling tidak mungkin untuk memberikan ruang bagi pencuri untuk beraksi.

marilah kita terus saling mengingatkan kepada teman, tetangga, saudara kita.

Iklan