Tag

, , , , , ,

pernah merasakan betapa sumpeknya terjebak kemacetan di jalanan kota? pernah merasa sangat kesal, tiada harapan, bahkan serasa mau teriak – teriak seperti orang gila saat berhadapan kepada situasi lalu lintas yang semrawut? kalo iya, kita senasib. hampir semua orang yang tinggal di kota besar harus rela atau lebih tepatnya harus mau menerima risiko terjebak kemacetan tiada ujung. bahkan ada orang yang begitu keluar dari pintu gerbang rumah sudah harus rela berjejalan di tengah kemacetan.

tapi aku tidak suka menyebut macet itu adalah risiko. kemacetan sebenarnya adalah sebuah pilihan. seperti juga kehidupan kita. mau macet atau mau lancar? mau menjadi agen perubahan atau sekedar tukang ngeluh?

pasti ada yang protes, karena faktanya, menurut yang tidak setuju, kita tidak punya pilihan untuk mencari jalan agar tidak terjebak kemacetan. sayangnya, apa yang ingin kusampaikan sebenarnya bukan itu. sebenarnya, kita bisa memilih agar kemacetan itu tidak terjadi. atau setidaknya agak kemacetan yang sudah terjadi itu tidak semakin menggila. lho kok bisa?

fakta bahwa tidak ada kota besar yang tidak macet itu merupakan sebuah masalah yang harus kita atasi bersama. tak perlu berkeluh kesah, tak perlu meratapi nasib. butuh kesadaran bersama bahwa kita bisa berperan aktif dalam menciptakan kelancaran lalu lintas.

caranya? sederhana. sedapat mungkin tinggalkan kendaraan kita di rumah jika mau bepergian. pakailah angkutan umum yang tersedia. bagi yang berjiwa pejuang, silakan beralih ke moda transportasi sehat dan hemat, sepeda. bagi penyuka kenyamanan, keluarkan uang lebih untuk naik taxi. bagi yang terpaksa harus membawa mobil atau motor ke tempat kerja, cukup berlakulah tertib selama di jalan raya.

menurut data statistik yang setiap kali dikeluarkan oleh kepolian kita, penyumbang besar kemacetan dan kecelakaan di indonesia adalah ketidakpatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas. menerobos lampu merah, tidak mau antre dengan tertib di jalurnya, main potong laju kendaraan lain, mengambil jalur berlawanan arah, menaikturunkan penumpang di tengah jalan, dan masih banyak lagi.

coba bayangkan jika seandainya kita terjebak di tengah hiruk pikuk padatnya kendaraan, akan tetapi semua pengendara menahan diri untuk tetap berada di jalurnya. tak ada yang seenak sendiri main potong, tak ada yang bikin lajur tersendiri melawan arah. semuanya tertib. apa yang terjadi? aku jamin tak bakal ada kemacetan, lalu lintas tetap mengalir meski pelan.

jika mau enak lagi, ya jangan beli kendaraan baru. jangan menambah banyak populasi motor dan mobil di jalanan. investasikan duit untuk beli emas, beli tanah, bikin perusahaan baru, atau sekedar masuk ke bank. jadikan produk tabungan atau deposito.

ayo sama-sama melakukan introspeksi. mengapa jalanan makin macet? mengapa pula kita harus mengeluh? bukankah kita bagian dari kemacetan itu sendiri? bukankah kita bisa, kalau mau, untuk tidak menambah parah kemacetan. bahkan sebenarnya kita bisa berbuat lebih untuk tidak menciptakan kemacetan.

nah, tahu kan bahwa macet itu sesungguhnya adalah sebuah pilihan rasional.

Iklan