Tag

, , , ,

my name is asu, namaku asu. iya! aku memang asu, bukan lagi manusia yang bernama asu. bukan! aku memang asu meski dulu pernah terlahir sebagai manusia. tahu apa itu asu kan? bahasa jawanya anjing itu asu. ini bukan soal kata makian, tapi asu yang anjing itu.

dulu memang aku terlahir sebagai manusia kecil, baru, dan lucu. semua orang suka padaku. orang tua, orang muda, laki, dan perempuan. semua suka padaku. meski aku suka buang hajat di celana pun, minimal orangtuaku masih sayang padaku. tapi itu dulu.

awalnya adalah soal syahwat. kesadaran atas syahwat ini mengubahku. ternyata ada rasa yang nikmat saat syahwat menemukan jalan keluarnya. tapi merupakan siksaan manakala dengup syahwat semakin keras, sementara mata nanar tak kunjung mendapatkan kutubnya. buyarlah segala pelajaran tentang perilaku.

urusan syahwat membawaku kepada mulutku. tak henti kumaki siapapun yang kutemui, asal kutaksuka dengan dia. tak peduli dia cerdik pandai, tua dan muda. pokoknya kumaki sekeras apapun yang kumau.

di jalanan, saat bertemu orang yang menghalangi jalanku, pasti kumaki dengan segala bahasa yang kutahu. tak boleh seorang pun membuatku berhenti menunggu. kuterjang segala aturan. aku ini asu.

aku suka membayar siapapun dengan duitku, asal segala urusan dibereskan olehnya. tak boleh seorang pun menyulitkanku. sebaliknya, orang lain boleh menggunakan tenagaku untuk urusan apapun asal duit menunggu. aku ini asu.

aku tak mau orang lain mengatur semua perilakuku, mengatur bagaimana aku harus bicara, mengatur agar semakin banyak orang yg hormat padaku. aku ini asu. tak ada yang boleh mengatur asu, kecuali tuanku.

aku hanya tunduk pada tuanku. tuanku yang memberiku kekuatan dan kepercayaan. tuanku bukan asu. uang adalah tuanku, tuhan segala zaman.

sejak saat itulah tubuhku berubah menjadi asu. benar-benar asu, yang menuhankan uang sebagai tuhan segala urusan. uang adalah tuanku. karena aku ini asu.

guk guk…